RSS

Pindahan Tulisan Bahasa Indonesia

Dear pembaca, untuk kedepannya tulisan dalam bahasa Indonesia di blog ini bakalan aku pindahkan ke blog aku yang lain "Nona Backpacker" biar gak bingung bacanya.. thanks!


Showing posts with label Visa Schengen. Show all posts
Showing posts with label Visa Schengen. Show all posts

Pengajuan Visa Schengen (ke 3) melalui Konjen Belanda Surabaya

Make your choice, adventurous stranger. Strike the bell and bide the danger. Or wonder 'til it drives you mad, what would have followed , if you had. - CS Lewis 

Setelah perencanaan berminggu2 akhirnya gue dan kak Mari sampe juga di hari H pengajuan permohonan visa Schengen di Konjen Belanda di Surabaya. Konsulat Belanda Surabaya ada di Jl. Imam Bonjol nomor 36.

Semua syarat sudah di siapkan dan di buat rangkap 3 just in case.

Seminggu sebelumnya tangggal 11 April gue sudah telepon ke Konjen  (+62 31 566 2409). Telepon sempat bikin drop sebab mbaknya bilang kalau schedule sudah penuh sampai dengan akhir bulan April. Hadeeuuhhhhh….. Take a note guys… sebulan sebelum keberangkatan harus sudah apply ya! 

Akhirnya kita di kasih hari Jum’at tanggal 19 April. Rencana trip kita di akhir paril yang tersisa cuma berapa hari (pas 2 minggu sebelum trip)

Gue masih nunggu sebab pas banget baru ganti KTP dan tukar Kartu Keluarga. Jadi semuanya serba telaaattt…. Bahkan dengan deg2an akhirnya aku cuma modal kartu keluarga yang cuma di print.. deg2an abiiiisss…

Kak Mari dan gue kebetulan yang aneh ketemu lagi di Cepu tapi dengan proyek migas yang beda… hahah no need to explain lah.. namanya orang lapangan siap pindah2.

Tanggal 19 kita berangkat naik Cepu Express, Kak Mari dari Cepu, gue dari Bojonegoro. Kita memang memulai dengan yang paling murce kereta harga 50rebuan.

Pas naik kereta, di sambut dengan “Fiko gue lupa foto” ahahahahaha….. biasanya gue yang kek ginihh… lupah ini dan lupah ituhh…

Tapi gue bilang ke kak Mari, kalau sempat kita foto dulu, trus baru ke Konjen sebab kereta kita sampainya jam 8.30 di PS Turi dan janjian dengan konjen jam 9.30 Sambil di kereta kita googling studio foto yang buka pagi dan dekat dengan Konjen. Kak Mari nemu satu studio. Ok lah, kita langsung naik taksi dari ps turi ke sana kalo gitu.

Pas sampai di PS Turi jreeeeennnggggggggg….. hujan dan BANJIR selutut. Allllammaaaaaakkkkkkk!!! Piyeeehh iki rekkk?

Gue udah berapa kali bolak balik Surabaya ok lah ke airport tapi ngga pernah liat banjir gitu (ternyata katanya kalau tiap ujan gede pasti banjir) halaaahhh....

Liat2an kita ketawa yup, Cuma bisa ketawa. Namanya backpacker girls itu memang harus penuh adventure.

Keknya memang harus di buat susah ya… ya sudah lah… gulung celana jeans, lepas sepatu bekep dokumen erat2… berasa jalan di Jambi-Seberang di kala banjir…. Mana mas2 becaknya tarik2 maksa, haiisshh anak gadis kok di tarik2 toh masss…. Kita berdu ayah pasti lebih galak dari mas2nya.

Dan, keluar dari stasiun Ps Turi banjir di jalan di luar pagarnya tuhh baijr makin dalam. Kagak ada taksi satupun!! Ya eyalaaahh… mana berani sedan lewat sini, bisa berenang aja tuh  taksi. Naas dah…

Gue bilang “pokoknya  gimana caranya kita sampe on time, kalau perlu kita berenang”.

Kita nyebrang jalan dan liat beberapa angkot lewat yang warnanya coklat, sangking tingginya air hampir  masuk kedalam angkot. Kita tanya ke arah Jl. Imam Bonjol ngga? Ibu2 di dalam angkot bilang, angkot ini lewat di Ujung jalan yang mengarah ke Jl. Imam Bonjol.

Gue sama Kak Mari baru di pindah tugaskan di Jawa Timur kurang dari 1 tahun. Jadi kalau ke Surabaya ya antara airport dan stasiun kereta PS. Turi buat naik kereta tujuan Cepu.

Naik angkot, aku minta Kak Mari nyalain GPS jadi kita bisa tau dimana pastinya enak berhentinya (dasar anak backpacker gak gampang percayaan hahahah). Tapi memang benar kata ibu2 tadi, kami turun di simpang lampu merah di persimpangan Jalan pasar Kembang dan nerusin jalan kaki terusin sampai Jl. RA Kartini. Jalannya memang sebenarnya ngga seberapa (sekitar 800 meter dari simpang kita turun) tapi dalam kondisi hujan gerimis, jalan bukan becek tapi tergenang. Yang gue takutin cuma dokumen dalam tas basah huhuhuh…. Kita ngga bisa berhenti sebab udah mepet banget waktunya.

Kak Mari masih takut soal foto, tapi kita terusin aja, mendingan berkas masuk dan disuruh lengkappi, tapi yang penting kita on time!

Masuk kedalam konjen penjagaan ngga seketat kedutaan besar-nya di Jakarta. Kurang lebih sama dengan Konjen Jerman yang berapa bulan yang lalu aku kunjungi. Cuma ada satu satpam yang berjaga buat ngecek nama dan jadwal. Tas ngga di periksa ketat juga.

Masuk kedalam ruang tunggu konjen, kondisinya lebih luas dan rapi ketimbang Konjen Jerman. Di dalam ruangan itu ada meja untuk formulir manual dan tatacara serta syarat untuk visa. Beruntungnya aku dan kak Mari waktu itu hanya kami berdua yang ada.

Ada satu meja di dekt pintu masuk, tapi waktu kami datang meja itu kosong, ngga ada yang jaga satupun.

Kami di persilahkan duduk dahulu, sampai petugas yang di dekat pintu datang.

Dokumen kamipun di cek dan di susun satu persatu dan di beri urutan nomor. Disinilah kak Mari baru memberitahukan kalau dia lupa passfoto. Mbak petugas kasih tau letak studio foto yang sudah buka jam segitu (jam 9 pagi). Aku sumpah rada cemas karena kondisi Surabaya yang banjir dimana-mana, dan masih hujan. Kita sepanjang jalan jarang banget liat taxi. Tapi kak Mari dengan gagah berani kembali gulung celana bilang its ok, ill be right back.

Ya sutralah, gue standby. Permohonan gue di proses. Gak berapa lama kak Mari pergi ada 2 orang datang satu ibu2 sekedar buat tanya2 soal pengajuan sama ada satu orang bapak2. Gak berapa lama ada bapak2 sama satu anak perempuan. Ternyata dia ngga bawa akte kelahiran anaknya, jadi harus balik.

Ngga berapa lama aku di panggil buat sidik jari sambal sedikit interview. Yang di tanyakan ngga beda jauh dengan pertanyaan standar dari pengajuan visa sebelumnya. Pertanyaannya:
  1. Tujuan ke Belanda? Liburan
  2. Selain ke Belanda mau kemana lagi? Perancis, Italy, Switzerland, sama Hungaria
  3. Sudah pernah ke Eropa ya? iya ini pengajuan ke 3 visa schengen
  4. Nanti transportasi bagaimana? Aku jelaskan kalau semua transport antar kota belum di booking, tunggu approval visa. Rencana mau pakai kereta dan pesawat waktu di Hungaria ke Italy. Tiket pesawat pp masuk dan keluar Eropa sudah ada alias confirmed.
  5. Ada sponsor atau mandiri? Ada kenalan di Belanda? Mandiri, ngga ada kenalan

Semua pertanyaan pakai Bahasa Indonesia. Bule yang tanya perempuan agak tua dan dia Bahasa indonesianya jelas kok. Aku di kasih kertas untuk pengambilan passport.

Untuk visa Schengen hasilnya kita gak tau langsung jadi bakalan deg2an nunggu 7-10 hari kemudian baru bisa tau visa di approve appa ngga.

Sudah selesai interview, aku nunggu kak Mari yang datang gak berapa lama kemudian. Semua berkas yang sudah di kumpulkan langsunng di masukkan ke loket. Aku kasih bocoran pertanyaan, hahah.

Ngga berapa lama dia di panggil buat interview dan sidik jari yang ngga lama.

Sebenarnya sih prosesnya ngga seberapa lama tapi dengan kondisi hujan dan banjir dan lupa dengan foto tadi yah lumayan lah jadi dari jam 9 kita di sana baru keluar dari konjen sekitar jam 11an.

Waktu kita selesai hujan juga sudah reda. Dan kita selesaikan hari itu dengan makan siang di Tunjungan Plaza di lanjut dengan langsung ke Ps. Turi yang airnya udah surut ibarat ngga ada apa2 pagi tadi.
Moral cerita kali ini… sebagai traveler kita wajib siap dengan semua tantangan di depan… jangan pernah telat janji interview visa dengan kedutaan, bakalan di tolak, banjir bukan alasan, gulung tuh celana, cangkring tuh sepatu tinggi2…. Hajar kabehh….

Masih banyak tantangan ke depan yang bakalan kita hadapin, dan… memang terbukti gitu kok ditiap kali trip back[acker… jadi no worries, be happy… bawa anteng!





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2nd Schengen visa-Pengajuan visa Schengen di Konsulat Jerman Surabaya-Part 2

Setelah mengumpulakan seluruh dokumen pendukung persyaratan visa, aku akhirnya mengontak konsulat Jerman di Surabaya untuk menanyakan beberapa hal melalui email (alamat emailnya; surabaya@hk-diplo.de). Aku buat janji untuk pengajuan dinomor telepon 031-563-1871, dapatnya janji di hari rabu tanggal 28 Oktober 2015 jam 11 pagi. Lumayan masih berapa minggu sebelum jadwal berangkat.

Hari rabu, naik kereta dari Bojonegoro, aku udah bawa semua dokumen dalam map sampe bawa lem kertas dan straples ibarat siap tempur ala UMPTN (hahah ketawan angkatan jadul ngomong UMPTN). Itupun masih bawa flashdisk sama laptop segala biar komplit.

Mengenang tahun 2011, segala horor dan suspense jadi keinget semua waktu mau apply Schengen dari Kedutaan Jerman di Jakarta. Cuma bisa pasrah kalau kejadian lagi,

Sampai di stasiun Ps. Turi, keluar dari stasiun langsung naik Bluebird jam 8.30, bekal alamat yang di print out, maklum bukan orang Surabaya--GPS HP on langsung! Lapernnya ngga ketulungan, jadi di jalan liat Mc D drive way jadi mampirlah buat beli sekedar menu breakfast plus kopi.

Oh ya, jangan lupa siapkan duit cash yang pas untuk bayar visa. Di putaran konsulat aku ngga liat ada ATM. Patokan konsulat yang aku udah google dari semalaman itu adalah hotel Mercure yang gak jauh (kurang dari 1km) dari konsul (lebih gampang di cari via google map).


Hotel Mercure,  gak jauh dari Konsul
Waktu sampai di Jalan Wahidin, aku malah tidak melihat tanda-tanda konsul. Tapi lihat bendera Swiss yang merah besar (catchy banget dah) di pagar konsul Swiss, jadi saya memutuskan berhenti.

Dan memang benar, di sebelah konsulat Swiss memang konsulat Jerman.


Di dalam ruang tunggu Konsul Swiss-Pagar konsulatnya Catchy dengan logo  + merah gede

Aku langsung mendatangi Pak Satpam, dan memberitahukan kalau saya ada janji jam 11. Pak Satpam langsung mengarahkan untuk mengisi buku tamu. Dia juga pegang check list untuk janji temu hari ini. Untuk pengamanan ngga seketat kedutaan besar Jerman di Jakarta. Jadi aku masih bisa bawa HP sama ipod beserta elektronik lainnya. Aku di suruh menunggu di ruang tunggu konsul Swiss yang ternyata ada pagar penghubungnya lumayan ruang tunggunya yang lebih adem.

Di ruang tunggu ada satu keluarga sepertinya dengan travel agent yang juga menungggu.

Lumayan sepi dan tenang, aku gak liat2 lagi cuek makan sarapan yang aku beli di Mc D tadi. Gak nyadar banget ada mbak2 di balik meja di ruangan sebelah hahahah mungkin mikir tuh mbak gila amit makannya buas (sumpah gue lapar). HP pun aku colokin buat nge-cas  (ngga tau ada mbak di sana tadinya aku asal colok aja).

Pas habis makan, mbaknya yang sepertinya sudah nunggu, manggil dan minta semua dokumen di serahkan. Dia susun ulang semua dokumen dan cek ulang kelengkapan. (ini posisi masih di gedung Swiss tadi ya)

Sampe sini herannya aku nga seberapa deg2an. Gak sama dengan suasana waktu di Kedutaan Jerman yang Jakarta, dari awal tuh suspense abis. Di sini berasa lebih relax. Aku juga masih di perbolehkan pakai hp (gue gak nyadar ada tuh mbak jadi selfie2 lah gue hahahah).


Bukan promo sepatu-tapi takjub aja ngga seketat Jakarta

Jam 11 lewat (yupp agak ngaret), aku di suruh naik ke konsul. Keluar dari ruang tunggu ngelewatin pos securty (nga di suruh titip tas segala) menuju lantai 2 konsul Jerman.

Di lantai 2 ternyata lebih sepi lagi. Cuma ada 2 petugas di sana. Ada ruang tunggu kecil di sana.
Sampai di sana aku langsung menghampiri loket dan menyerahkan semua dokumen.

Waktu aku menyerahkan print out dari website Videx, ternyata memang benar aku melakukan kesalahan.

NOTE: kosongkan bagian yang tidak perlu!!! bahkan jangan di tulis "N/A" (Not applicable)
Aku tulis di sebagian besar form tersebut dengan N/A sebab dari pengalaman pengajuan visa terdahulu aku di bilang tidak boleh mengosongkan jawaban (di lembar permohonan manual).

Jadi beruntunglah aku bawa laptop dan langsung sambung ke internet via HP, dan mbak yang di konsulat baik banget boleh minta tolong print ulang. Jadi aku simpan form yang sudah selesai di revisi dan simpan  melalui flashdisk untuk kemudian di print. Fiuuuhhhh!!!

Selain dari itu, berhubung aku juga dapat surat undangan resmi/Verpflichtungserklarung, dan di nyatakan semua pembiayaan di tanggung oleh pengundang (ada kolom contengan di bawah surat yang menyatakan demikian), seharusnya tidak butuh print out dari tabungan aku. Tapi memang aku buat jaga-jaga sudah siapkan---daaannn kemudian di tanyakan. Aku langsung serahkan semua copy print out tabungan. Untuk pengajuan yang sebelumnya dari kedutaan Jerman di Jakarta aku malah tidak diminta. Menurut mbaknya, ini adalah aturan baru--wokkey baiklah.

NOTE: walaupun sudah ada pengundang dan ada surat resmi, untuk jaga2 yah print out sajalah tabungan!

Selesai seluruh dokumen di serah terima, tentunya ada sesi tanya jawab yang ternyata pertanyaannya masih sama dengan beberapa tahun yang lalu. Yang di tanyakan seputar pekerjaan kita, apakah punya aset atau tidak (mobil/motor, tanah, rumah atau apartemen), pegawai kontrak atau permanen, dimana kerja kita, dan soal pengundang/penanggung. Di mana ketemu, cara komunikasi dengan bahasa apa, sudah berapa lama kenal dengan pengundang, dll. Tapi jangan khawatir, ngga terlalu detail sampe nanya nama orang tua, nama saudara dsb (hahah gue sempat stres waktu pertama mikir ini yang bakalan di tanyakan). Pertanyaan juga akan seputar rencana perjalanan. Tapi berhubung selama 14 hari aku cuma di Frankfurt dan sekitarnya jadi aku cuma kasih tau kota-kota sekitar aja. Tapi sepertinya si mbak rada relax dengan pertanyaan sebab aku sudah pernah ke sana dan malah banyak tanya soal proyek aku **grin** pekerjaan pasti bakalan di tanyakan sebab mereka juga gak mau kita ke sana nantinya malah cari kerja.

Ibu satunya, baru bertanya ketika semua proses selesai, dia menanyakan soal facial paralysis aku--hahah dia tadinya menngira aku pernah kena stroke! (anyway ini OOT banget ya).

Daaannn setelah itu, aku di kasih selembar surat bukti pembayaran, disuruh datang lagi setelah 14 hari kerja. Dokumen asli seperti Verpflichtungserklarung di kembalikan.

Keluar dari konsul aku akhirnya jalan kaki ke arah Hotel Mercure, sebab aku ingat di jalan di samping hotel tersebut ada pangkalan taksi Blue Bird. Jadi yo wesss... jalan kaki biar hapal nih jalan (sambil berdoa komat kamit di tiap langkah, suatu saat bakalan apply lagi visa Schengen dan jalan lagi melalui jalan ini--amiiinnn).

Jreeeenggg jreeeengg..... demikianlah.

Tinggal ngarep dot com, dapat mukjizat dari negara yang paling pelit dengan visa, dapat multiply buat 3 bulan hahaaayyyy!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My dearest 2nd Schengen Visa (pengajuan via Konsulat Jerman Surabaya)

Kemarin baru aja buat visa schengen melalui Konsul Kehormatan Jerman di Surabaya. To make it short langsung aja deh. Jadi pokok bahasan curhat gue kali ini soal proses yang di Surabaya ya walopun kurang lebih sama dengan di Jakarta…….

Awal cerita di mulai dari pikiran sumpek kerja di daerah terpencil (dan alesan2 gak masuk di akal lainnya) keisengan nanya-nanya kantor soal liburan apakah di bolehkan atau ngga dan akhirnya ditanya mau kemana sih?? Gue sih iseng jawab YUROP lah… tapi hahah memang kangen sih.. jadi yah diiringi doa (dan lirikan tajam bos) akhirnya di niatkan benar ke Eropa (dadakan).

Tujuannya kali ini hanya di Jerman dan seputarannya. Cuma 14 hari dan dikala winter, sebab aku sudah pernah datang waktu summer. Ngga punya banyak rencana sebab yang aku tau aktivitas selama musim dingin agak terbatas, kecuali kalau kamu suka winter adventure, ski dll. (guehh kaga tahan dingin cuyy)

Berhubung lokasi kerja aku sekarang pindah ke Jawa timur dengan segala pertimbangan dan hasil terawangan, maka ya sudahlah apply dari Konsul Jerman di Surabaya ajalah. Namanya juga dadakan ngga ada rencana matang.

Alamat Konsul Kehormatan Jerman ada di Jl. Dr Wahidin No 29 Surabaya.

Dulu waktu ke Eropa 2011, rencana dibuat matang sebab belum pernah ke sana dan secara sendirian, antisipasi segala macam keadaan deh pokoknya. Tiket sudah di beli 3 bulan sebelum keberangkatan. Itinerary selesai, mateng di buat di excel isinya rincian biaya and how to get there, semua moda transport yang available di tulis, just incase ketinggalan bus atau kereta. Sampe packing list di buat juga dengan detail. Pokoknya komplit lah.

Pengurusan visa juga di buat di bulan February (berangkat Mei), izin kantor berangkat ke Jakarta dan akhir Maret visa di approve.

Kali ini gue beda. Ngga ada persiapannya hahahha (ketawa gila stress abis).

Kali ini mulai pengumpulan dokumen September akhir dan pengajuan visa Oktober niat berangkat November akhir sampai dengan Desember hahahha…..

Kali ini pengurusan visa schengen sudah agak berbeda dengan tahun 2011, selain ada system VIS yang baru sejak November 2013, perbedaan juga ada hubungannya dengan lokasi pengajuan sih. Bedanya;

  1. Konsul Jerman di Surabaya hanya menerima formulir yang di isi secara online melalui website Videx (https://videx.diplo.de/). Keduaan besar Jerman di Jakarta masih menerima formulir manual yang di berikan secara gratis. Aku terusterang agak grogi dengan Videx sebab kalau ada kesalahan maka akan butuh di upload ulang filenya dan di print lagi. Kalau untuk form manual bisa di copy/print sebanyaknya kalau salah bisa di tulis tangan ulang.
  2. Biaya proses visa melalui konsulat lebih mahal. Rincian biayanya: 60 euro untuk biaya pembuatan, 30 euro untuk konsulat dan Rp 50.000,- untuk ongkos kirim. Semuanya di bayarkan dalam mata uangn rupiah (aku kena total Rp 1.400.000,-). Di kedutaan besar Jerman di Jakarta biaya yang di keluarkan hanya 60 euro (hanya biaya pembuatan)
  3. Lama proses visa. Di Kedutaan besar Jerman di Jakarta lama proses hanya 10 hari (dari yang tadinya hanya 3 hari hikkkssss). Lama proses pembuatan visa melalui konsulat adalah sampai dengan 14 hari. Jadi kurang lebih di buatlah timelinenya... kalau butuh buru-buru 4 hari selisih itu memang sesuatu bangeddd... tapi kalau kek aku yang kepepet... apa boleh buat deh.
  4. Untuk membuat janji dengan konsul hanya bisa via telepon masih belum bisa melalui website seperti kedutaan besar. Nomor telepon konsul kehormatan Jerman di Surabaya: 031 563 1871

Untuk syarat2 wajib/utama masih sama sih dengan kedutaan besar di Jakarta. Cuma saran aku mendingan dokumen pendukung lainnya juga di bawa.

  1. Formulir yang di isi online di website Videx ini (asli 1 lembar). Untuk formulir manualnya bisa di download disiniTips: beda dengan formulir manual yang dulu gue isi, yang kali ini kalau memang ngga perlu diisi yaaa di kosongkan aja ngga perlu di tulis “N/A” kek formulir manual tahun 2011 dulu. Sebab yang di baca sama mesin scan permohonan nanti adalah barcode jawaban dari formulir videx yang di isi
  2. Lembar pernyataan berdasarkan Undang-undang izin tinggal pasal 54, 55 serta jadwal perjalanan yang sudah di tanda tangani (semua harus asli). Formulir bisa di download klik disin Tips:  isi tanggal sesuai dengan tanggal pengajuan visa. Kasih daftar detail sesuai dengan rencana perjalanan berapa lama tinggal di suatu Negara (kalau mau traveling ke negara lain selain Jerman) dengan memberikan kode Negara sesuai petunjuk. Kalau mau ambil visa 90 hari dengan multiple entry, jadwal perjalanan berikutnya ke negara2 Schengen harus juga diisi. Jangan lupa untuk membuat asuransi yang masa berlakunya mengcover 90 hari kalau perlu satu tahun.
  3. Foto biometris berwarna dengan latar belakang putih atau abu-abu muda, ukuran 3,5 x 4,5 cm. Wajah setidaknya mengisi 80% dari keseluruhan gambar. Untuk foto ini aku sengaja udah foto dari bulan September di Fuji film di ground level Mall Grand Indonesia Jakarta. Mereka benar-benar mengecek foto ini loh jangan sampai salah ukuran dan komposisi perbandingan. Yang dii butuhkan 2 lembar. Satu di tempelkan ke formulir dan satu di kelipkan ke formulir.
  4. Passport yang masih berlaku, minimal 3 bulan sebelum masa visa berakhir. Minimal ada 2 halaman kosong (asli ngga perlu fotocopy). Kalau ada passport lama yang banyak stempel visanya, lampirkan juga buat referensi. Aku kemarin dengan pertimbangan di passport lama ada visa Schengen dari kedutaan Jerman juga jadi aku lampirkan juga.
  5. Untuk Asuransi, Isi formulir yang bisa di download di siniPolis asuransi yang memenuhi syarat adalah mengcover jumlah pertanggungan minimal 30.000 euro. Bukan harganya yang 30.000 euro ya… perhatikan nominalnya juga jangan kejebak sebab 30.000 usd beda dengan 30.000 euro. Untuk asuransi lokal, aku masih liat ACA dan AXA yang masih jadi favorit traveler yang mengajukan visa schengen. Kedua asuransi ini mengcover nilai pertanggungan sesuai dengan syarat pengajuan visa schengen. Tapi AXA kelebihannya bisa di ajukan secara online jadi ngga perlu mendatangi kantor asuransi. Untuk ACA, keknya postingan aku yang lama tahun 2011 dulu nemu satu agen yang mau ngantarin asuransi langsung hari minggu pula. Kalau mau visa 90 hari pastikan di halaman ke dua di isikan tanggal berlaku asuransi. Kalau mau 90 hari ya belilah asuransi yang berlaku sampai dengan 3-6 bulan, atau yang satu tahun, mudah2an bisa di approve 90 harinya.
  6. Biaya pembuatan visa sebagaimana yang gue sebutin sebelumnya. Untuk di Konsulat ada biaya tambahan 30 euro dan ongkos kirim sebesar Rp 50. 000,- biaya pembuatan visa ini di bayarkan dalam rupiah dan tergantung kurs Euro pada saat pengajuan permohonan
  7. Surat Keterangan kerja dari kantor. Isinya intinya menyatakan bahwa perusahaan mengetahui rencana perjalanan kita dan menjamin bahwa kita akan kembali bekerja serta meminta agar di bantu proses pembuatan visanya.
Surat Keterangan Kerja aplikasi Schengen

Syarat tambahan (tergantung faktor keberuntungan) baiknya disiapkan juga;

  1. Payrolslip dari kantor (gue siapin 3 bulan terakhir)
  2. Rekening koran tabungan selama 3 bulan terakhir (kalau BCA di charge per lembar Rp 8000,-)
  3. Booking tiket pesawat/itinerary. Ingat, bukan issued tiket sebab kalau visa tidak di approve sayang dunk uang tiket yang pastinya di atas 5 juta. Aku booking melalui website KLM, dan metode pembayaran dengan melalui ATM sehingga ada waktu 48 jam pelunasan, nomor booking sudah keluar juga
  4. Kalau pakai penjamin dari Jerman, minta buatkan surat undangan tertulis dan Verpflichtungserklärung yang di buat di Jerman. Surat Verpflichtungserklärung harus di serahkan yang asli dan 1 fotocopy. Surat undangan cukup yang asli. Fotokopi identitas pengundang KTP/Passport juga harus di lampirkan   


Invitation Letter Schengen Visa


Untuk seluruh checklist dokumen yang di perlukan bisa liat di halaman ini.


Untuk detail pengalaman applynya aku tulis di tulisan berikutnya yaaaaa…….

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Europe Pre departure....(perubahan Rencana-Rute dan Penerbangan)

Update soal perjalanan aku ke Eropa;


Setelah visa aku di approve dan aku udah balik kehutan, aku mulai rajin browsing flights. Ternyata booking tiket jauh sebelum hari keberangkatan memang lebih murah. Aku dapat beberapa option untuk penerbangan ke Jerman.

Sebagian besar perusahaan penerbangan yang tujuannya ke benua Eropa asalnya dari Timur Tengah. Yang jadi favorit keknya Qatarairways yang harganya kadang lumayan miring, selain itu ada juga Lufthansa yang gak kalah menarik, China Airlines juga not bad... yang sering ada promo sih Malaysia Airlines. Aku juga liat harga paling murah di tawarkan oleh Srilanka Airlines... tapi setelah aku browsing soal pro dan kontra dari penerbangan ini.....gak jadi deh..

Srilanka Airlines servicenya agak kurang, trus bulan Feb 2011 ini dia dapat ancaman bom... haduh.. ngga deh.. hahaha....

Pokoknya kalau soal tiket jangan bosan2 browsing deh.. aku juga subscribe alias langganan mail dengan beberapa airlines... mana tau ada program promo dan aku bisa ambil hehe.. lumayan...

Aku lumayan dapat banyak masukan dari Mr T, dia nyaranin aku untuk not wasting this chance... kalau ada tiket murah ke tujuan manapun di Eropa ambil aja! dan dia mengenalkan aku dengan tiket "Open Jaw" haha apa pula ini tiket "buka rahang"??

Open jaw itu maksudnya kalau kita pergi dari kota A ke kota B dari kota B mungkin dilanjutkan dengan transportasi yang lain ke kota C trus dari kota C balik lagi ke kota A. Tiket ini bisa lebih murah asal menggunakan perusahaan penerbangan yang sama!

Masih bingung open jaw itu maksudnya gimana? hehe gini nih contohnya:
Kota A ke B (dengan airlines X)
Kota B to C (dengan bus/kereta/kapal)
Kota C to A (dengan airlines X)

Jadi berubah lah singkat kata itineraryku yang udah aku biat terlebih dahulu. Yang dulu perjalanan aku polos banget Jakarta-Frankfurt-Jakarta. Untuk itinerary yang baru aku terbang Singapore-Paris dan pulangnya Munich-Singapore dengan Lufthansa Airlines.

Kenapa kok dari Singapore? hehe bedanya 2 jutaan.. plus aku kan terbang dari Jambi, PP bisa nambah jadi 3 jutaan. Rugi laahh... jadi aku ambil dari Singapore. Aku bisa naik Sriwijaya ke Batam dan di terusin dengan boat ke Singapore... lebih lama waktunya tapi hemat.. lagian pesawat aku jam 9 malam kok....lumayan bisa hemat sekitar 2 jutaan untuk tiket PP.

Singapore bisa di jadiin alternatif buat cari tiket murah juga, sebab banyak banget airlines yang tujuan Eropa ke sini. Nah untuk dari Jakarta kitakan bisa naik budget airlines kek Value Jet, Tiger Airways, atau Air Asia yang harganya lebih miring ketimbang ngambil tiket langsung dari Jakarta ke Negara Eropa tersebut... padahal nantinya juga transit di Singapore kok hehehe.....

Untuk visa mungkin tadinya aku rada was-was sebab Visa Schengen aku di ambil dari Kedutaan Jerman, tapi tujuan pertama Paris. Setelah banyak browsing via google, aku sudah tau kalau ini boleh aja, sebab waktu liburan aku paling panjang di Jerman, dan kebetulan flight Singapore-Paris ada transit di Munich dan aku harus lewat imigrasi di Munich Airport! jadi stempel masuk negara Schegen pertama itu di Munich-Jerman.

Sebenarnya walaupun masuknya langsung dari Paris, asalkan ada tiket ke Jerman gak masalah juga, aku baca beberapa blog yang punya cerita sama. Approval visanya dari kedutaan Belanda (contoh ajaa..) trus negara pertama yang di tuju Perancis.

Yang mungkin perlu di perhatikan dan paling penting adalah visa tersebut harus multiple entry, alias bisa keluar masuk negara Schengen yang nota bene lebih dari 26 negara di Eropa sesuka hati hehe.. tapi kalau cuma single entry... wah.. kalau dah keluar harus buat visa baru lagi nih!

Sebenarnya yang paling murah tetep flight Air Asia. Waktu aku browsing itu aja ada tiket yang harganya 3.9 juta rupiah PP (yupp PP sodara2) dari Jakarta ke Paris dan balik ke Jakarta lagi. Tapi berhubung aku mau coba beda kota ya udah.. dengan berat hati aku gak buka lagi website Air Asia itu.. biar ak sakit hati hehehe... (derita traveler kantong tipis huuhuh....)

Yang jadi masalah itu waktu transit di Munich Airport! jadi flight aku Singapore-Munich stop/transit dulu di Munich cuma 30 menit!! dan ganti pesawat lain untuk jurusan Munich-Paris.Naik pesawat domestik aja gak mungkin kekejar tuh dalam waktu 30 menit langsung pindah pesawat!

Bayangin aja, turun dari pesawat (ngantri juga kan?) trus jalan/lari lewat gerbang ke imigrasinya, ambil bagasi pulaa... lari2 lagi dari tempat bagasi ke check in airline...trus trus imigrasi lagi... haduuh.. kalo punya kekuatan superwoman atau juga secepat Flash Gordon.. mungkin bisa.. tapi.. errhh ... sumpah baru liat setelah tiket di issued!!

Buru-buru cari data soal Munich airport sama Lufthansa.

Setelah aku browsing, menurut Airport Munich mereka memang jagonya transit 30 menitan. Emang bisa? gimana caranyaaaa??

Ternyata mereka punya senjata ampuh, yang pertama banyak penunjuk arah yang buat first timer kaga nyasar.. hehe kalo gak bisa baca tulis..derita loe deh! trus, mereka juga punya ban jalan untuk bagasi yang super cepat dan canggih! trus mereka punya command center yang memilah tiap2 penumpang yang butuh transit kurang dari 30 menit dan di jadikan prioritas.

Maksudnya prioritas? sampe titik darah penghabisan cuy! contohnya kalau flight aku dari Singapore-Munich mau landing dan connecting aku dalam rentang 30 menit... tuh command center bakalan contact tower pengatur lalu lintas airport! dan pesawat aku bakalan di jadikan prioritas utama buat landing! huaaaaahhh! keeerreeenn! trus udah gitu di carikan gate yang dekat dengan pesawat aku yang berikutnya hohoho.. di manjain bangeeettt..

Kalau masih gak sempat juga.. alias waktu transit kurang dari 30 menit... mereka ada jurus lain... hehe.. di jemput langsung dari pesawat! hahaha... yupp mereka bakalan sediain mobil buat jemput penumpang langsung dari pesawat!!

Tiket mesti di tunjukkan sama petugas trus tiket bagasi di scan buat di infoin ke petugas bandara, biar bagasi jalan langsung ke pesawat yang berikutnya trus penumpang tadi di antar ke counter imigrasi khusus di lapangan tersebut (pinggiran kali ya..) buat urusan imigrasi, udah kelar kemudian di antar langsung ke pesawat berikutnya!! dan semua action terjadi di tempat parkiran pesawat! hahaha kebayang dah!! kebut2an sama mobil di tempat parkiran pesawat!!

Memang Jerman paling keren soal teknologi.. huhuhu... kapan ya Indonesia ada airport kek gini.. transit 30 menit................ (boro2.. delay aja sampe 3 jam!!)

Jadi urusan penerbangan aku rada tenang.. mudah2an nanti sampe dengan selamat di Paris.. hufff.. grogi cuy!

Ntar aku update dah buat informasi soal airport Munich.. apa memang bener mereka bisa nepatin janji mereka ya.. buat para penumpang kek gue yang waktu berangkatnya mepet bangeeettt! kita tunggu dah tanggal mainnya!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Final Piece of Visa Application (Visa Schengen Part 4)

March 31, 2011

Setelah menghabiskan 10 hari gak tentu juntrungan, gak pengen makan (selain eskrim, coklat, frozen yoghurt sama ayam penyet..hahaha!). Dan setelah penderitaan besar lain seperti merayakan ulang tahun sendirian di Jakarta (huhuh i am literally by my self-eat cake at Pejaten Mall-please dah!!) demi surat sakti yang namanya "Visa Schengen" tiba harinya untuk moment of truth..

Apakah nama gue bakalan di permasalahkan? apakah gara2 gue gak ingat nomor telepon kantor atau keberanian gue ngakak ngetawain si bule soal "penyunatan" marga BUTAR-BUTAR bakalan berbuntut panjang....

Flash Back...

Sebelum gue ninggalin tuh counter si bule, dia dengan napsunya menstempel "sesuatu" di passpor gue... huhuhuh...

Stress, kurang tidur, ngejar pesawat sore.. what could be worse??

Sumpah gue stress berat. Sempat nangis pula waktu Mr T telepon, dia tanya "is it rejected?" gue bilang lagi OTW ke kedutaan, "lhaa.. lo kenapa nangis?" (TT,TT) hueheu dasar bule gila gak tau apa pengorbanan gue dari hutan ke kedutaan buat ngurusin tuh visa-10 hari antara hidup dan mati gak napsu makan sama gak bisa tidur (lebaaayy). Awas aja gara2 nama keluarga gue di tolaaakkk!! anyway.... he's got the point....tidak beralasan gue nangis, maskara jadi luntur juga... gak keren!!

Sesuai dengan surat sakti dari kunjungan sebelumnya, gue di suruh datang setelah jam 1 siang. Kebetulan hari itu gue juga pulang ke hutan gue tercinta di Sumatra... gak sabar liat api flare yang membara di tengah hutan (ciehh.. gaya) sama naik mobil dobel gardan yang tinggi kek kuda.. kangen sama kucing gue juga (cimot, i lop u!!). Terakhir kerja tanggal 16, dah setengah bulan gue tinggal bo demi nih visa! (thanks to my boss..lop yuuhh boss)

Semua copy surat2 aku bawa lagi di map terpisah.. mana tau nanti di butuhkan, termasuk copy KTP.

Berangkat dari hotel dengan tas koper, mampir tempat kerja kakak ngambil titipan, langsung meluncur ke kedutaan Jerman. Macetnya naujubilah... hal yang gue suka tinggal di hutan sumatra, nyetir 120km per jam puas ajah... gak ada macetnya.

Jam 12.35 nyampe di depan pagar ijo, dueeehhh gila apa.. dah ada aja yang ngantri panjang... ya olooohhh...... kali ini aku lucky number 5! panas terik bowww.... **ngelipir ke pinggiran pagar..** berharap tuh pohon mangga (kalo gak salah mangga sih) bisa ngurangin panas matahari.

Panasssshhh!!

Di tengah antrian, ada cewek seumuran, gue ajak ngobrol.. huhu.. doi juga ngambil visa, sama tujuan ke JERMAN, hueheuh... baru pertama juga, tapi dia di sponsorin kakak iparnya.. wew... beda case sama gue.. yang di sponsorin teman... laki2 pula.. gue mikirnya dah  parno.. sebab "mereka" pasti ngira gue dah napsu aja mau kawin sama si bule dan gak mau balik ke Indonesia (di rebus jadi sop sama mak gue lah kalo kejadian!!! **heheh tempted sih**) dan jadi ilegal immigrant. Yeehh.. what ever lah.. gue dah bilang temen... kalo kaga percaya ya sutralah (TTM gak ditanya toh?? gak ada pilihannya... huehueh mumpuna single flirting sana sini sah ajahh.... tariikkk kang!)

Sekilas bisa keliatan proses pemeriksaan di dalam (note juga waktu-jam kerja yang di "plate")

Gak lama, pak satpam keluar dan teriak2 soal surat2 mesti di siapin sama HP dimatiin termasuk ipod. Dah belajar dari pengalaman, gue bawa HP cuma 1, ipod di tinggal di mobil sama barang2 lain yang gak penting. Pak Satpam juga suruh keluarin KTP ASLI sama surat yang di kasih waktu masukin formulir pengajuan visa buat di tunjukin sebelum masuk ke dalam pintu hijau kecil itu. (oh ya.. aku liat ada juga yang keluarin SIM A, kek nya yang penting ID asli, bukan copy)

Prosedur masuk di ulang lagi, pemeriksaan tas, pemeriksaan badan pake detektor, trus di kasih no mor loker HP. Setelah di periksa, tas BOLEH DIBAWA MASUK setelah di periksa. Selanjutnya prosedurnya bedanya kita langsung di suruh naik ke lantai 2 tempat aku ngambil nomor antrian.

Ya udah dengan tertib kita semua naik dan ngantri.. feww.. lucky number 4!

Ternyata si tante Jerman lagi yang buka loket, ya Allah! napa pula dia pindah bagian sini.. haduhh... udah gitu telat pula.. jam 1.35 baru dia buka tuh loket... katanya sih baru makan siang.. yee.. tante kok telat gitu sih!!

Gua cuma takut sama flight gue yang jam 5 bo!! kalo macet ke airportnya hueehh mampus lah gue! ketinggalan pesawaaattt.... **derita anak daerah**

Antrian pertama maju ke meja. Tuh cewek, keknya bini/pacar bule (maap..maap... stereotype) kulit coklat mendekati gosong, dengan dress yang aneh (mau ke pantai hapahh?) dan rambut di warna serta baju yang loose top.. bolak balik visa... visanya gak di approve, si cewek keknya sebel banget, langsung gubrak2 ke toilet...lhhhaa???? haduhhh!!! wadaaaaaaaaaaaaawww!! masa yang pertama aja udah gak di approve! padahal pasti sama saktinya sama gue (sama2 siluman.. huahauha)

Yang kedua ibu2 dan sama bermasalahnya... si ibu fasih banget bahasa Jermannya, keknya dia kena masalah gara2 surat pengambilan yang di kasih waktu kita submit formulir ngga ada! dia ngotot katanya ngga di kasih sama sopirnya katanya ngga ada.. hoooaaalaahh... kok nitip toh?? emang bisa gitu?? anyweyy... berhubung balas pantun yang cukup lama... si ibu di suruh geser... dan masih aja jawab pake bahasa Jerman.

Gue nervous sampe pada titik mau muntah.... hahahah! sarap ya! lemah benerrr!!!

Tinggal satu cewek depan gue, yang tadi gue ajak ngobrol, kita salaman sama2 bilang gut lak!!

Dia ngintip passportnya kek ngintip raport waktu SMA.. huhuh... doi trus ngelipir keruangan sebelah.. haduhh.. di approve kaga ya??

Pas tuh cewek pergi dari loket.. datanglah om Jerman.. dah.. gak tau masalahnya apa dia debat sama si tante Jerman....lahh..lahh.. gimana ini... keknya ngeributin si Ibu yang gak ada surat itu. Akhirnya si tante Jerman menyingkir dari loket, keknya nyelesaikan masalah sama si ibu2...dan di gantikan sama si om bule yang cukup enak di pandang. Syukurlah...(memberikan senyum "penuh arti" pada om bule yang genteng--mudah2an ngaruh).

Dia lirik ke aku dan suruh maju, huduuuhhhuhuh... kok berasa kek pengumuman UAN aja? dia nyari passport aku di tumpukan passport, wew.. kok susah nyarinya.. gak ada apa? butuh bantuan hapahh?

He finally found it.. aku liar selembar kertas di selipkan di passport, sama kek cewek yang pertama ngantri... haduh... aku pasrah. Si om bule buka passport aku, dengan wajah serius dia bilang "u-uh, sorry" aku lemesss.... dada sesak pengen nangis. Dia liat muka aku lagi, kaget dia bilang "eh jangan nangis, maaf! April Mop ya!" pake bahasa Indonesia yang aneh! sambil buru2 dia tunjukin passport aku dengan cengiran lebar...

Doohh apa lagi ini.... April mop kok bulan Maret!!! aku maksa konsentrasi ... liat sekilas stiker yang ketempel di passport dari balik jendela. Dia senyum dan masukin passport aku ke laci, dan langsung aku ambil, di buka....

My visa APPROVED!!! yaaayyyy! berangkaaattt!!

Aku gak percaya liat stiker ini di halaman passport aku. Wooww!! bahkan dapat multiple entry??? (ERRHH... sumpah...Aku conteng "cuma" single entry kok di formulir nya....) dahsyaaattttt!!! this is more than i expected!! yeee hhhaa!!

Aku pergi keruangan sebelah tempat aku nunggu wawancara, huhuh terharu biru aku baca ulang.. i can't believe they approved my visa!! untuk 17 hari dan aku bisa mondar-mandir keluar masuk di negara schengen??? oh my God!! lemesss.... dari tadi tahan napas..

Aku pengen teriak jumpalitan norak!!! huahauhauhauahuahauhauh! bodo! penderitaanku dah cukup 10 hari! huhuhu... terbayarkan.. Alhamdulillah ya allah... gak sia2 gue ulang tahun keknya menderita banget!... si cewek deketin gue, sambil senyam senyum.. wah visanya di approve juga! kita pelukan sambil cekakak cekikik.... i don't even know her like 3 hrs before... but we shared the joy!

Kami berdua senang banget! padahal baru kenal juga di gerbang depan... tapi alhamdulillah! sama2 di approve!! kita tukaran nama facebook, dan alamat mail... dia ternyata berangkat bulan Juni... ohh ok.. jadi aku duluan...

Aku gak punya waktu banyak.. sebab pesawat aku jam 5.. kurang dari 3 jam! jadi buru2 aku keluar dari kedutaan... ambil foto pak satpam yang cengar-cengir liat aku jumpalitan di trotoar... buoooodoooo! aku senaaaanggg!


Wont forget the "Germany Embassy" experience ever!!!

Paris and Germany, here i come!!!!!!!


****kocar-kacir ngelipir ke airport nuat flight balik ke hutan!!!***




ps. Setelah buru2 ke airport nguber pesawat.. ternyata pesawat aku di delay, landing di jungle hampir jam 10.30 malam!!! thanks a lot LION AIR! grrhh!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Germany Embassy-Alamaaak!! (Visa Schengen Part 3)

Sumpah gak bisa tidur... wakwak... kebangun sebelum azan subuh... sempatin "nyapa" tuhan dulu mohon doa restu.. mandi dan sarapan dengan pop mie sama oreo (wakwak asal!) sambil nonton tv yang kabur gara2 kabel antenanya gak bener!

Berangkat dari penginapan di daerah Menteng jam 6.10 pagi dengan taksi. Dandanan formal dengan kemeja putih dengan celana jeans hitam dan sepatu. Aku bawa ATK lengkap, pena hitam, tip ex, penghapus sama pensil, klip kertas sama lem (haha lebih lengkap dari UAN!)

Sebelumnya mampir dulu di Mandiri deket dengan kedutaan buat ambil uang visa yang jumlahnya Rp 700.000,-
Antrian Panjang sebelum jam 7! hiks.. meyakinkan semua tampangnya!


Sampe di gerbang kedutaan Jerman, pak security suruh kita berhenti dekat dengan pintu kecil yang di depan menara BCA. Wew... dah ada banyak orang antri rek!

Setelah dihitung aku urutan 10 dari yang depan.. huhuh.. dah pagi2 juga...

Sempat keder liat yang ngantri...huhuh.. tampang "mapan" semua.. ada dua ibu2 yang bajunya rapi jalihh.. dengan perhiasan mentereng dan sepatu keren.. sama beberapa bapak2 dengan rambut rapi dan kemeja bersih (ya iya laaahhh) sepatunya juga bagus.. huhu... kenapa gue jadi keder gini yaaakkk? ada juga yang seumur aku.. tapi keknya dia mahasiswa.. tampang percaya diri gitu sama bawa map putih bening.

Oh ya.. mendingan datang pagi deh.. di tempat ngantri gak ada tempat teduh... trotoar aslewww!!! gue dah pasrah angin buat rambut dah kek mik mak penyihir di komik donald duck jaman dulu.. duh.. ammmpuuunn! mana muka dah nambah berapa inci tebalnya gara2 debu dari jalan.... sengsara dot com! kalo siang gak kebayang lah.. panaass!!

Sambil nunggu iseng2 lirik2 tetangga (dah dangdutan..huhu) ternyata semua pada nempelin foto di formulir! dua2nya! waduuh.. untung bawa lem! buru2 aku tempelin foto keduanya di sisi kiri dan kanan atas halaman awal formulir visa! weeww! lumayan.. hasil lirik2 hahah...

Pintu baru di buka jam 7.10 am katanya gak biasanya biasa lebih cepat atau tepat waktu banget.

Pintu Hijau "Keramat" yang belum kebuka jam 7 lewat! hiks....


Pak security ingatin soal alat elektronik yang mesti di matiin sama formulir yang harus lengkap di isi, dan pasport sama formulir harus di jepit jadi satu.

Dengan grasak grusuk aku pindahin jepitan dari dalam map. Untungnya aku udah susun isi folder di mapsesuai dengan list persyaratan di website kedutaan Jerman. Di pintu kecil yang di buka, pak security memeriksa formulir sama passport satu persatu.. errhhh sudah ada yang di eliminasi hahaha disuruh tulis ulang formulir wadaww.. mudah2an aku gak deh..

Lolos dari security di gerbang, masuk ke dalam.. humm.. kek garasi mobil yakk atapnya biru... ngelewatin line antrian buat cek barang. Disini semua barang di cek detail sampe kotak pensil di buka segala. Barang elektronik kek HP atau IPOD disingkirkan.. hehe maksudnya di pisah dan di masukkan ke locker, dan kuncinya di suruh di kalungkan ke leher.

Sudah di cek semua, tas di kembaliin dan kita disuruh duduk di tempat duduk yang disediain di bawah tenda biru hehe... semua pada cek ulang dokumen, aku binun apa lagi yang mau di cek disini.. huhhuhu... pasrah..

Disini kita duduknya di jejer sesuai dengan antrian yang di luar. Ternyata di antara yang 9 di depan gue ada yang cuma mau ngambil passport.... alhasil i become lucky number 7!

Disini kita di panggil lagi satu2 dari speaker sesuai dengan nomor urut yang ada di gantungan loker yang di cantolin ke leher. Di panggil ke bagian depan deretan kursi, ada kek pos kecil buanget, kek pos security juga di balik papan tulis.. jadi gak bisa keliatan apa aja kejadian di sana...

Huaaahhh this is it! jantung mo rontok liat para pelamar berguguran huhu.. gak ding lebay.. ada satu lagi ibu2 yang pulang marah2 gak tau napa.. huhuhu.. tambah stress...

Pas giliran aku, aku cek semuanya dan semua copian surat2 aku masukin dalam map terpisah.

Surat2 di periksa satu2... dibolak balik.. diliat per nomor.. hiks hiks hiks...
Yang jelas banyak yang di keluarin dari lampiran aku:
  1. Copy slip gaji yang di legalisir selama 3 bulan yang aku minta dari kantor (di stempel pula)
  2. Surat keterangan kerja dari HRD (aku buat dua, yang satu dari boss aku/kepala departemen, yang dipake dari boss aku ternyata)
Oh..ohh..ohhh... ada satu nomor yang dia lingkarin pake SPIDOL MERAH saudara2.. hiks.. ternyata ada satu nomor (nomor 33) yang aku gak kasih jawaban. Oh ya kalau jawabannya ngga ada atau ngga tau jawab aja dengan N/A jangan di kosongin! aku dapat tips ini juga dari internet.. fiuuhh sukurnya aku ikutin.. (formulirnya aku convert dari PDF ke MS Word biar bisa di edit, aku dapat softwarenya free dari internet kok).

Nomor 33 tadi pertanyaan soal "Biaya perjalanan akan di tanggung oleh?" karena aku liat kolom di bawahnya ada tulisan "lihat nomor 31 dan 32" dan sudah aku conteng.... aku pikir gak perlu di jawab lagi.. tapi ternyataaa.. hehe.. ya sudah aku tulis tangan! tulis nama lengkap Mr T.

Berkas aku di bolak balik beberapa kali.. trus mbak itu minta copy surat undangan dari Mr T untung dah aku dah copy semua berkas... dan dia balikin semua surat2 yang dia "lepehin" ke aku termasuk surat invitation asli dari Mr T. Dan bilang dengan singkat.. "ke atas ya"

Wooowww! lolos bagian ke duaaaaa!!

Gak sabar aku naik ke lantai dua. Dibalik pintu kaca ada ruangan tempat ngantri, weitss ada pak satpam... dia tanya mana formulirnya.. dan dia kasih nomor antrian, aku disuruh duduk dan tunggu.

Baru sebentar si pak satpam kasih nomor lain lagi.. salah katanya.. weeewww! dah tegang gini coba di kagetin dengan nomor salah! huuuhh..

"Hawa" disini lebih tegang.. haha... aku liat beberapa orang di loket yang berjejer.. aku coba pelajari.. huhu di mana bayarnya atau di mana interviewnya....apa ada ruangan terpisah.

Aku di suruh ke loket 4 tulisannya "Visa Bisnis" nah loh.. kok bisnis ya? ternyata kalau dengan surat sponsor resmi kek aku di anggap visa bisnis/besuk hohoh.. ternyata nih surat sakti juga!

Nomor aku dipanggil.. weeeksss.. kenapa di sini gak ada yang senyum ya? serius bener toh.

Si nyonya meneer suaranya lantang dahsyat membahana... hiy syerem...

Kaca antara petugas dengan pelamar visa keknya kedap.. jadi bicara lewat speaker.. kalo mau kasih surat2 masukin lewat lemari yang bisa buka tutup (ngeri kejepit euy tangan!).

Formulir visa yang udah di cek bolak balik sama passport serta foto dll di masukin ke laci.. huff here we go... yang terjadi terjadilah...

Di cek satu persatu formulir aku... trus disuruh tunggu.. huhu.. menit2 menegangkan. Aku di tanya satu persatu soal isi formulir itu. Trus disuruh tunggu, keknya doi mau ngambil formulir yang lain.. aku dah parno aja di suruh tulis ulang tuh formulir.. iiidiihh.. ngga deh.. najong!

Ternyata interview ya disitu jugaaa... dia tadi ngambil formulir buat interview keknya.. huff huff tarik napas ala persiapan melahirkan (pendek2 dan cepat--tips biar gak grogi speech..lhaa?) aku pernah baca ada yang gagal CUMA gara2 di interviewnya grogi dan terlihat mencurigakan (wew!! sadis) dan itu hak mereka buat reject visa atas interview itu (subjecktif banget sih, huhu)

Pertanyaan yang di kasih ke aku:
  • Nama lengkap?
  • Nama ibu kandung?
  • Rencananya lama perjalanan berapa lama? mulai dari tanggal berapa ke tanggal berapa?
  • Nama lengkap Sponsor siapa? kenalnya dimana? berapa lama sudah kenal?
  • Komunikasi dengan sponsor dengan apa? (weeww bahasanya dia ngawur dot com!!) --jawaban aku yang pertama "dengan email, via skype dan telpon" dia teriak "bukaaann, kamu pakai bahasa apa??" weeww....  bilang duuunkss kacau nih! aku jawab dengan bahasa Inggris!! (doi sebenarnya faseh bahasa Rusia, sama Jerman, haukhuakahuak--hurup mati semua!)
  • Jumlah saudara kandung kamu berapa?
  • Kamu anak keberapa?
  • Pekerjaan orang tua apa?
  • Biaya hidup sehari-hari dari mana?
  • Kerja sudah berapa lama?
  • Status kepegawaian?
  • Alamat Perusahaan? nomor telepon? (aku gak bisa jawab nomor telepon.. hahah mampus!)
  • Bagian apa? kerjanya apa aja?

Sesak napaaasss euyy gilaaa!
Akhirnya dia tanya sesuatu yang hampir bikin gue ngakak...

"Nama keluarga kamu dua kata, di Jerman tidak bisa dua kata, cuma boleh satu" dia ancang2 mau coret nama belakang aku yang notabene nama bokap "jaaanggaaannnn!" dangdut dah teriak2 emosi! tega bener nih nyonya!!

Aku jawab itu nama bokap, jangan di hapus salah satunya!! kan di passport udah kek gitu dari awal! kalo nanti dirubah dan bermasalah di airport siapa yang mau tanggung! (aku gertak balik). Dia angkat pena-nya dari kertas... "kecuali kamu kasih tanda "-" di antara kata pertama dan kedua baru boleh.." dia dah siap2 mau coret lagi.. HYYYAAAA!! apaan sih ni buleeee!!

Gue jelasin dengan bahasa inggris, kalo lo kasih tanda "-" di antara dua nama itu artinya satu nama keluarga ibu satu keluarga bokap dunks! jangan di rubah deh!!" dia diam lagi...

Trus dia bilang gini; "kamu dari sumatra kan?" gue jawab iya, "kamu tau batak?" aku jawab iya lagi. Trus dia bilang gini... "Kemarin ada cewek batak juga apply for visa.. nama keluarga dia BUTAR BUTAR karena tidak bisa dia terima saja jadi BUTAR aja" katanya sambil natap gue yang cengo.. bingung mau ketawa ngakak atau teriak2 begooo! sumpaaahhh huahauhauahuahuahauhauh!!!

Gue punya banyak temen batak, baru kali ini gue dengar ada yang rela marga-nya/nama keluarganya di "sunat" semena2 sama orang Jerman... gila apa??? segitu demennya sama visa Jerman masa rela nyunat nama keluarga sendiri??? gimana yang namanya "RAJA GUK GUK" gilaaaa!!!! (bayangin nama di visa jadi "GUK GUK" RELA GAK SIH LOOO??? LoL (yang marganya Raja Guk Guk pasti setuju sama aku--peace guys!)

Geezz.. gue jawab.. "no i can't do that". Bodo... gue cinta sama nama bokap.. terserah tuh cewek batak palsu mau nyunat nama (temen2 gue yang batak mana ada yang rela nama marga mereka salah huruf 1 aja, apa lagi disunat!!!).

Gue gak relaaaaa... Si bule diam sesaat.. "tapi nanti tidak bisaaaa" yeeh ngeyel juga.. humm cari penyelesaian terbaik gue diam juga mikir.. sampe si bule bilang "oke.. bisa kamu buat sebagai nama tengah salah satunya, jadi nama kamu dan nama pertama ayah kamu lalu berikutnya nama ke dua ayah kamu, bagai mana?" weeewww.. gue capeek.. huhuhuh...mikir...

I just said.. ok... ini bule reasonable, dia dah cari penyelesaian... gue juga gak mau terlalu keras.. toh kalo di gabung juga nama bokap gak misah lah... (ntah lah gue dah eror bo jam 8 modal pop mie!! lapeerrr....). Aku jawab.. ok.. you could do that.. kalo gak buat masalah nanti di airport aku rasa gak apa2... yang penting gak ada tambahan tanda baca!!

Fiuhh.. debat yang menegangkan!

Akhirnya doi menyerahkan selembar kertas ada tanggal pengambilan passpor dan contoh surat kuasa yang harus aku ketik ulang kalau aku mau minta orang lain ambil. Aku liat tanggal disana 31 MARET 2011. Dang! aku keknya harus stay di Jakarta 10 hari!! aku baca tuh surat.. humm

Aku kaget waktu liat si doi kasih stempel ke passport aku.. whaaattttt? huhuhu apaan tuh?? aku penasaran....

Aku ngedrop banget waktu liat doi menstempel passport aku dengan napsu tingkat tinggi gitu.. huhu...

sebab aku dengar.. dari beberapa forum online.. kalo visa ditolak kita bakalan di kasih STEMPEL BER WARNA BIRU huhuh rejected... sama di kasih surat alasan kenapa ditolak.. kenapa pulaa ku berlama2 di sana dan menyaksikan ini.. huaaaahhhh.. pasti gara2 nama tadiiiii!

"Nama saya Fika Mutar Mutar" (ngelantur dot com @ Starbuck)


>>>>keluar dari kedubes Jerman jam 8.15 dengan wajah stress<<<<

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Visa Schengen nan Lebay (Headache Part 1)

Alhamdulliah, hasil dari perjalanan ke Hongkong - Macau dan ketemu dengan teman seperjalanan yang super baek (baca: turis kesasar yang rela di bagi derita bersama, hehe). Kita ketemu waktu aku mau cari informasi soal bungee di Macau Tower yang nota bene bungee tertinggi di dunia, dia juga tertarik dan kebetulan banget kita apply for the very same day buat lompat dari tower itu... dari hasil pertemanan/kegilaan itu berbuah sebuah surat indah bernama "invitation letter" untuk berkunjung ke Jerman.

Hehe sebagai kuli tambang yang masih morat-marit hidupnya, tentu saja kesempatan liburan gratisan di Eropa bukan kesempatan yang bisa tiap waktu di dapat--yah gue sambar dunks!! Thanks a lot to the person... hehe dia kagak mau namanya ada di Internet Bo jadi gue kasih nama Mr Teddy sajah.. (atau kerenan tersangka "T"??).

Si Mr T buat surat sakti di Jerman sana, surat tersebut namanya "VERPFLICHTUNGSEKLARUNG" (mampus gak lo bacanya???! hurup konsonan semua piye toh?). Atau "FORMAL OBLIGATION" yang isinya si Mr T bakalan membiayai SEMUA keperluan gue selama di Jerman (amieeenn!) termasuk akomodasi dan transportasi. Huhuh.. kere bener kedengarannya--bodo lah... yang penting Jerman cuy!! (kebayang stadion Bayern Muenchen hehehe, pasti ngiri kan?)

Secara aku gak pernah ngurus visa, paling banter juga visa turis ke SE Asia yang nota bene GRATIS dan gak di perlukan surat apa2 kecuali passport yang di bawa waktu masuk kenegara tersebut. Jadi aku bener2 blank soal visa.
Temenku satu2nya adalah internet--lop you Mr Google!
Aku mulai dengan buka website kedutaan Jerman di Jakarta. Mr T menyarankan aku buat pergi akhir May atau bulan Juni. Dia ketawa senang waktu liat penderitaan ku yang kedinginan di temperatur 14 derajat celcius waktu di Hongkong 2010 kemarin, ".....and you said you want to go to Europe??" sindir nya sambil ketawa, huuuhh awas lo kalo ke Indonesia.. baru rasa yang namanya Summer for whole year hahaha!

Gak sabaran yah aku pilih... bulan May.. yang pasti aku udah browsing soal cuaca di sana, belajar dari pengalaman waktu di Hongkong-Macau. Bulan May, suhu udara rata2 masih dibawah 20 derajat di Jerman. Tapi mudah2an gak ada acara minus segala-ngeri bo! paling dingin katanya 10 derajat.. yah sutra.. kalau bawa perlengkapan gue pasti lebih siap deh.

Berhubung tinggal 2 bulan lagi, aku segera menyiapkan dokumen2 buat mengajukan visa ke Jerman, atau bisa di sebut juga dengan Visa Schengen.Sesuai dengan website kedutaan Jerman, syarat2 untuk pengajuan visa turis/bisnis adalah sebagai berikut:



Ketentuan visa kunjungan s.d 3 bulan (seperti untuk Turis dan perjalanan bisnis)/Visa Schengen

Permohonan visa harus sudah diajukan paling lambat 15 hari kalender sebelum rencana keberangkatan, dan paling cepat 3 bulan sebelum mulainya kunjungan.

Permohonan visa yang diajukan kurang dari 15 hari kalender sebelum keberangkatan, dapat kami proses berdasarkan keinginan dari pemohon. Apabila hal ini terjadi maka pemohon harus memperhitungkan bahwa keputusan akhirnya mungkin saja baru didapat pada hari-hari setelah rencana keberangkatan yang dijadwalkan semula.
Berkas-berkas diminta guna memungkinkan pihak berwenang di Jerman, mempertimbangkan apakah si pemohon telah memenuhi syarat yang berlaku untuk suatu kunjungan dan kemungkinan adanya risiko terhadap imigrasi ilegal serta apakah si pemohon dapat dilihat sebagai ancaman keamanan bagi negara-negara anggota lainnya.
Pada dasarnya pemohon visa harus menyertakan setiap berkas dalam bentuk asli dan fotokopi.

Jumlah dan jenis berkas disesuaikan dengan kriteria sebagai berikut:
1. Tujuan kunjungan
2. Lama Kunjungan dan Negara yang di tuju/berwenang
3. Situasi Negara Asal pemohon

Jadi persiapkanlah surat2 yang memungkin kan untuk memperkuat bukti kriteria di atas.

1. Tujuan Kunjungan
Kalau mau ngunjungin teman, ya lampirkan bukti surat undangan/invitation letter. Kalau misalnya di undang oleh perusahaan lain dalam rangka bisnis, yah surat undangan resminya harus bisa di tunjukkan, yang asli looohh. Jadi kalau bisa minta teman/saudara menguruskan surat tersebut di jerman, dan mengirimkan via pos ke Indonesia sebelum pengajuan visa, jadi bisa di lampirkan bersama dengan formulir permohonan.

Kalau bisa itinerary atau rencana secara garis besar sudah ada. Sebab nanti waktu di interview bakalan di tanyakan, mau kemana aja, trus berapa lama, etc. Gak perlu detail banget.. yang penting bayangan waktu di sana udah ada.

2. Lama Kunjungan
Ya mesti jelas dong.. aku tadinya belum pasti berapa lama aku mau di sana. Tapi berhubung aku di sponsorin alias di kasih surat undangan resmi.. ya aku tanya yang ngundang, kira2 dia bisa menanggung aku berapa lama. Dalam kasus ini aku di tanggung 14 hari, tapi berhubung dapat tiket dengan harga sedikit miring jadinya 17 hari. Yang ini mesti pasti ya.. nanti bakalan ngaruh ke jumlah hari di visanya.

3. Situasi Negara Asal
Yah.. ini tergantung negara kita lagi aman atau gimana.. hehe.. sangat di sayangkan kita disejajarin sama negara2 yang ketenyee negara perusuh alias asal teroris, yang notabene dari Middle east semua kek Afganistan, Iraq, Iran etc,..

Nah kita musti ngisi nih.. selain formulir visa, ada formulir lain yang ikut di sisi dan ditanda tangani. Yang isinya antara lain pertanyaan kek apakah kita pernah ikut latihan militer (ngakak, LKBB sama pramuka gak masuk yeee..) trus.. apakah kita pernah terkait dengan terorisme etc kek gitu deh.

Nah, yang penting ya.. ada bukti bahwa kita tuh bakalan balik lagi ke negara kta yang tercinta ini. Makanya kalau kalian karyawan.. maka mintalah surat keterangan karyawan dari perusahaan, yang menjelaskan berapa lama kita dah kerja di perusahaan kita. Berapa lama jumlah cuti yang di setujui oleh perusahaan. Pokoknya intinya surat tersebut menyatakan bahwa kita bakalan balik lagi deh setelah cuti habis.

Kalau aku kemaren, cuma minta surat keterangan dari Superintendent aku.. hehe secara sekretarisnya, jadi aku tinggal ketik dan minta tanda tangan bos aku yang bule itu huhuhuh.. thanks Bos!




Berkas ini diperuntukkan sebagai bukti untuk:
  • tujuan dari kunjungan tersebut
  • adanya akomodasi atau kecukupan dana untuk pembayaran akomodasi dari pemohon
  • membuktikan keadaan, bahwa si pemohon memiliki kecukupan dana untuk biaya hidup selama masa rencana kunjungan termasuk di dalamnya bagi perjalanan kembali ke negara/tempat asalnya atau untuk transit ke negara ketiga, yang mana ia telah memiliki ijin kunjungannya, dan diperoleh secara ilegal sesuai dengan pasal 5 ayat 1 huruf c8 dan pasal 1 Ayat 3 dari Visa Kodex
  • keterangan mengenai niat pemohon, akan meninggalkan negara-negara anggota sebelum masa berakhirnya visa yang dimohonkan.

Bukti kecukupan dana untuk biaya hidup
Pemohon harus dapat membuktikan, bahwa ia memiliki kecukupan dana bagi pemenuhan biaya hidup, baik selama jangka waktu kunjungannya juga untuk perjalanan pulangnya ke negara asal atau tempat tinggalnya atau untuk transit ke negara ketiga yang mana telah dijaminkan ijinnya, atau mampu membuktikan bahwa dana ini diperoleh dari pekerjaan yang sah.
Yang dapat dijadikan berkas bukti adalah:
  • Buku tabungan/rekening koran dengan tanggal teraktual yang memperlihatkan pergerakan saldo rekening pada suatu waktu tertentu (paling tidak 3 bulan)
  • kartu kredit beserta tagihan kartu kredit
  • travel check
  • lembaran penerimaan gaji
  • surat keterangan pekerjaan
  • bukti terregistrasi yang menyatakan pengambilalihan tanggungjawab terhadap biaya dan/atau tempat tinggal pribadi

Secara rinci diperlukan berkas dokumen untuk pengajuan Visa Schengen sebagai berikut:
  • formulir permohonan yang sudah diisi lengkap dan benar (tips, kalau kosong/gak ada jawaban tulis aja>> N/A)

  • paspor atau dokumen perjalanan yang masih berlaku sedikitnya 3 bulan setelah masa berlaku visa kunjungan habis

  • satu buah pasfoto terbaru, berwarna, latar belakang putih atau abu-abu muda (3,5 x 4,5 cm, biometris) >>>penting banget harus biometris alias 80% wajah!! ukuran harus sama persis ya!!

  • bukti rute perjalanan dalam bentuk sebuah booking tiket penerbangan (gak perlu di konfirmed/dibayar penuh, minta tolong sama travel agent, jadi kalau visa tidak di setujui kamu gak rugi gara2 tiket hangus!)

  • sebuah surat pernyataan penjaminan (yang dibuat pengundang di hadapan pihak keimigrasian di Jerman) untuk perjalanan kunjungan, sebuah undangan dari mitra bisnisnya di Jerman bagi perjalanan bisnis atau berkas-berkas yang mana dapat dilihat bahwa si pemohon mampu mendanai sendiri perjalanannya

  • Surat keterangan asli dari pemberi kerja di Indonesia, bahwa si pemohon bekerja di tempatnya

  • bukti reservasi hotel dengan alamat lengkap dan nomor reservasi, langsung dari hotel yang bersangkutan di Jerman (kalau yang tinggal sama pengundang, atau memang ada jaminan untuk akomodasi, INI TIDAK DIPERLUKAN!)

    Asuransi Kesehatan Perjalanan
    Pada saat pengajuan permohonan visa Schengen untuk satu kali atau dua kali perjalanan, pemohon harus menunjukkan asuransi kesehatan perjalanan yang berlaku selama perjalanan yang direncanakan. Pada kasus permohonan visa kunjungan untuk beberapa kali perjalanan, pemohon harus dapat membuktikan bahwa ia memiliki asuransi perjalanan untuk kunjungan pertamanya. Dalam hal ini pemohon harus menuliskan pernyataan dalam formulir permohonannya bahwa ia akan membuat asuransi yang memadai untuk setiap kunjungannya si masa yang akan datang.
    Asuransi ini pada dasarnya dibuat di negara tempat tinggal pemohon. Namun apabila hal ini tidak memungkinkan, maka hal ini baru dapat dilakukan di negara lainnya. Asuransi ini dapat pula dibuat oleh pihak ketiga, misalnya dibuat oleh pengundang untuk pemohon.
    Asuransi ini harus berlaku di semua negara Schengen dan juga berlaku selama masa kunjungan atau selama transit di negara Schengen selama masa berlaku visanya, dengan arti perlindungan asuransi hanya dibutuhkan selama masa kunjungan sesungguhnya dan tidak selama masa berlaku visa secara keseluruhannya. Asuransi kesehatan perjalanan ini harus mempunya pertanggungan minimal sejumlah 30.000,- Euro.

    Untuk asuransi aku pake ACA, lebih murah, dan waktu itu OMG baeeekk banget hari minggu mau bersibuk2 kerja buat ngantarin polis aku ke hotel tempat aku stay. Two thumbs up, servicenya! aku korespondensi via mail, sebab aku dari Jambi dan via telepon, jadi waktu aku sampe di Jakarta hari minggu, polis dah siap dan di antarkan langsung ke hotel. Contact personnya waktu itu aku dengan pak Marcus Hutabarat.
    Total premi yang aku bayar untuk 17 hari (untuk plan yang "Executive" mengcover US$50.000,-) sejumlah US$38,5 aku bayar pake uang rupiah kira2 Rp 350.000,-
    Kedutaan berhak untuk meminta berkas-berkas pendukung lainnya.
    Pemohon visa di bawah umur 18 tahun, memerlukan tandatangan kedua orang tua atau orang yang memiliki hak perwalian di formulir permohonan. Penandatanganan formulir permohonan ini dilakukan oleh kedua orangtua di depan loket visa atau di kantor notaris setempat, dan disertai legalisasi terhadap tandatangan oleh pihak notaris tersebut.
    Dokumen-dokumen, undangan, surat jaminan resmi dan sebagainya yang dikirimkan ke Kedutaan tanpa diminta, tidak akan mendapatkan perhatian dalam proses visa. Semua dokumen yang diperlukan harus dibawa langsung oleh pemohon saat mengajukan permohonan visa.
    Pengajuan permohonan visa yang dikirimkan melalui pos, pihak ketiga atau Konsul Honorer (Bali dan Surabaya) tidak dimungkinkan/TIDAK BOLEH DI WAKILKAN.
    Semua proses yang dilakukan di Bagian Visa adalah cuma-cuma, kecuali biaya visa atau biaya faksimili. Formulir permohonan diberikan cuma-cuma.
    Biaya visa: (dibayarkan dalam rupiah sesuai kurs ECB).
    Pemohon pada dasarnya membayar sebesar 60,00,- Euro, tidak tergantung dari jenis visanya dan tidak tergantung dari lokasi permohonan. Anak-anak di antara 6 sampai 12 tahun dikenakan biaya sebesar 35,00,- Euro. Anak-anak di bawah 6 tahun dibebaskan dari biaya visa. Pemohon akan menerima bukti pembayaran.
    Bilamana pada penyerahan permohonan terdapat paspor atau berkas yang salah, dipalsukan atau palsu, maka hal ini dapat berakibat pada tuntuan dari pihak berwenang setempat. Selain itu permohonan tersebut akan ditolak.




    Alamat Kedutaan Jerman:
    Jl. M. H. Thamrin 1
    Jakarta 10310
    Indonesia
    (bundaran HI, pintu kecil yang menghadap BCA TOWER, bukan gerbang besar yang banyak penjaganya itu, liat aja ada yang ngantri di sana tiap hari)


    Telefon: (0062-21) 39855-114-115
    Telefax: (0062-21) 316 22 84
    E-Mail: visastelle@jaka.diplo.de


    Jam buka untuk mengajukan
    permohonan visa turis dan bisnis (Schengen)
    Senin – Jumat
    07.30 – 11.30 WIB


    Germany Embassy Jakarta






    ...to be continued....










    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    Backpacker Girls
    Add blog to our blog directory.