RSS

Pindahan Tulisan Bahasa Indonesia

Dear pembaca, untuk kedepannya tulisan dalam bahasa Indonesia di blog ini bakalan aku pindahkan ke blog aku yang lain "Nona Backpacker" biar gak bingung bacanya.. thanks!


Showing posts with label 2017. Show all posts
Showing posts with label 2017. Show all posts

Itinerary Russia-How to & tips


Buat trip ke Rusia, aku masih rubah itinerary sampe berapa hari sebelum berangkat.

Apa aja sih isi itinerary itu?

Bagi aku itinerary itu isinya informasi komplit tentang traveling kita.
Mulai dari:

  • Jadwal dan nomer flight utama
  • Akomodasi-nomor booking, alamat (dan atau sisa payment yang harus di bayar)
  • Tempat tujuan wisata-detail transportasi untuk ke sana, tempat makan yang dekat dan tiket masuk
  • Jadwal dan nomer booking pesawat/kereta/bus antar kota
  • Tips2 penting menyangkut perjalanan
Buat itinerary itu bukan pekerjaan gampang. Kita pada dasarnya buat jadwal perjalanan dengan segala informasi yang kita punya dari hasil browsing internet dan juga hal2 yang kita suka.

Faktor yang kadang seling di lewatkan sama traveler waktu nyusun itinerary:
  1. Kesanggupan fisik pribadi dan teman yang traveling bareng
  2. Tingkat kenyamanan tiap traveler
  3. Hobby atau kesukaan pribadi atau teman yang traveling
  4. Keadaan cuaca
  5. Waktu yang di butuhkan untuk berpindah antar kota
  6. Keadaan keuangan
  7. Waktu/lamanya trip

Kesanggupan fisik pribadi dan teman yang traveling bareng
Tiap orang punya kesanggupan fisik yang berbeda. Faktor umur dan tingkat atletis seseorang pengaruh buat buat itinerary. Makanya aku sarankan untuk buatlah itinerary sendiri. Aku kuat jaan kaki 5km dan bisa aku lakukan dalam rentang waktu kurang dari 1 jam. Tapi belum tentu orang lain bisa. Untuk jarak 2 km aku sanggup lari bawa tas ransel isi 3-5kg kalau butuh buat ke stasiun kereta atau bus---juga belum tentu orang lain sanggup.

Aku kuat naik tangga bawa ransel 11 kilo sampe 3-4 lantai (5-10  lantai gue nggelinding aja). Ada yang kuat begadang di airport atau stasiun, ada yang langsung enter wind alias masuk angina Dst.

Belum lagi kalau ada teman yang baru operasi, atau banyak pantangan fisiknya. Ini semua pengaruh ke itinerary.

Tingkat kenyamanan tiap traveler
Ada yang tipe cuek kek gue, mau bobok di emperan alas jaket bodo amat. Mau mixed dorm sama cowok2 bule yang pake sempak doing atau cewek2 telanjang bulat bodo amiiirr... ada yang ngga bisa. Ada yang nyaman aja tidur di kursi airport ada yang harus tidur di Kasur. Ada yang ngga masalah naik bis ekonomi ada yang ngga pernah naik angkutan umum sama sekali.
Ada yang sampe panic attack kalo nyasar, aja yang cuex kek gue nyasar itu adalah adventure.

Yupp semua ini ngaruh banget sama itinerary

Hobby atau kesukaan pribadi atau teman yang traveling
Ada yang sukanya shopping meluluuuuu, ada yang hobinya nonton bola. Ada yang sukanya tamaaaaannnn aja hahah ada yang suka physical activities kek ski atau ice skating atau sepedaan keliling kota dst

Keadaan cuaca
Wahai teman2... tau ngga sehhhh kita tuh beruntung banget tinggal di Indonesia yang cuacanya kalo ngga panas... ya hujan.. hanya itu juga opsinya. Kalopun hujan baju waktu kita panas2 bisa aja di pake terus sebab temperaturnya ngga jauh beda.

Kalau di Negara 4 musim.. kagakkk bisaaaaa!!!

Ini juga factor yang herannya sangat di gampangkann sama traveler Indonesia.

Mo pake itinerary orang yang traveling di summer waktu winter?? heuuhh Ngebayanginnya aja gue udah ngilu.

Summer itu kebanyakan negara peak season. Seluruh taman outdoor cantik2. Musim semi juga enak buat jalan di luar. Tapi kalau sudah di shoulder season baju memang harus lebih tebal dan harus siap sedia payung dan jas hujan.

Untuk winter memang kesannya cantik,  tapi dinginnyaaa... dan kebanyakan Negara, tujuan wisatanya ditutup untuk renovasi di waktu winter ini.

Untuk Russia, hmmmm aku ngga  nyaranin deh buat winter. Yang pergi bulan Mei kemarin aja masih ketemu salju segubrak I Moscow. Kalau St Petersburg jangan Tanya deh.... bulan Juli aja masih ketemu plus 12c! apalagi winter!

Keadaan keuangan
Untuk yang satu ini juga bisa buat itinerary tiap orang itu beda. Ada yang baek2 aja untuk bayar tiket masuk museum 500ribuan ada yang sukanya free stuff aja. Ada yang gimana caranya nginap semurah mungkin kalau perlu free. Semua orang itu beda2.

Waktu/lamanya trip
Ada yang 10 hari ada yang 18 hari dan ada yang 1 bulan.

Gue tipe yang paling suka traveling santai. Buat apa masukin 14 kota dalam waktu 14 hari kek di uber2 orang gila.... namanya liburan ya cuyyy jangan kek marathon laaahh hahah yang ada capeknya luar biasa dan kesannya ngga dapat.

Maunya 10 hari liburan, dan pengennya 5 Negara... uhhmmm apa ngga di perhitungkan satu hari ada 24 jam.. apa ngga butuh tidur? istirahat? antar kota aja sekian jam.. gimana antar Negara? oh pake pesawat? di perhitungkan gak waktu dari kota ke airport dan sebaliknya?


Naaahhhh berdasarkan semua pertimbangan di atas dan masih banyak pertimbangan lainnya jadilah ini itinerary yang kemaren aku buat.

Untuk akomodasi dan detail penerbangan tentunya dah di hapus hahahah silahkan isi dengan hotel pilihan sendiri dan flight sendiri. Pokoknya ini basicya lah.... bisa di tambah dan bisa di kurangin.

Untuk buat itinerary biasanyaaku pake website/aplikasi tripadvisor. Jadi di sini kita bisa liat tempat2 wisata yang sudah di rating dan di kasih comment sama traveler lain. Tinggal kita baca aja kira2 kita suka atau ngga.

Aplikasi lain yang aku pake untuk buat itinerary adalah Ulmon (untuk android). Kita bisa download offline mapnya juga. Jadi  kalau di Negara tujuan gak ada wifi atau internet masih bisakita pakai sebagai peta cadangan kalau nyasar.

Ulmon ini enaknya kita bisa liat jarak antara tempat tujuan wisata dan listnya bisa kita mark dan kita simpan loh. Jadi enak banget kalau mau buat walking tour sendiri. Di ulmon juga udah lengkap stasiun mrt dan restoran2 juga.

Untuk cari kereta atau pesawat antar kota, kalau di eropa dan sekitarnya aku masih pake aplikasi dan website rome2rio. Untuk Rusia yang pasti kepake cuma situs/website RZD. Tenang ada versi ahasa inggrisnya kok.

Untuk akomodasi---nahhhh hati2 ini juga parallel dengan pembuatan visa>>harus bisa cari hotel/hostel yang di bayar penuh di muka. Jadi aplikasi yang aku pake full semua hahah mulai dari aplikasi/web hostel.com, hostelworld.com, hotel.com, sampr pake situs rusia ostrovok. Ingat ya.... harus di bayar full... kalau mereka ngga ada opsi buat bayar full---forget about it.

Dan harus di ingat, untuk kasus trip ke Rusia.... itinerary ini kaitannya sangat erat dengan syarat pengajuan visa... why? sebab untuk mengajukan visa harus ada yang namanya visa support. Visa support ini harus jelas isinya tanggal masuk dan keluar Rusia dan kota-kota yang akan kita kunjungi beserta nama hotel yang sudah kita bayar full di muka (haaaahaaaaaa complicated kaaan).

Selamat mencoba!









  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lets wonder wheres the wifi is weak!

"Lets wonder wheres the wifi is weak...."


Tulisan ini, aku buat sebab rada jengah ngeliat banyak pertanyaan seputar "kartu simcard lokal", sewa wifi (kekya desperate banget), sama pengalaman aku yang di stereo type soal traveller Asia yang tingkat narsisnya mengkhawatirkan. Kok ribet banget ya mau backpacking hari gini?

Alasan paling tinggi buat beli simcard local sama jadi fakir wifi;

  1. Biar bisa kontak keluarga
  2. Kontak kantor
  3. Biar bisa upload foto dan update status di Facebook, instagram, dll biar kekinian
  4. (?)

Tapi yang iya alasan nomor 3 yang paling jujur deep down inside (please dont lie to your self at least).

Reason yang pertama okelah, memang harus kasih informasi kekeluarga kalau kita udah landing safely, aman2 makan cukup, tempat tinggal ok.

Untuk yang ke 2 rasa2 ngga masuk. Aku sama kak Mari dulu juga pernah ngebahas soal ini. Dan kami sepakat kalau cuma sekedar kirim sms ke keluarga ngga masalah pakai nomor Indonesia aja toh mereka sudah tau kita traveling. Begitu juga dengan kantor--izin cuti sudah di approved, email kantor udah di kasih notifikasi "away" trus yang biayain liburan juga bukan kantor jadi kita ngga perlu lapor sama bos kegiatan tiap hari---kecuali kalo lu yang punya kantor ya ahahaha.... alias buat monitor apa aja kerja nak buah lu (punya kantor tapi ala2 backpacker kere ngapain boss?)

Sejak 2007 pertama kali backpacking keluar negri, gak kebayang berapa banyak jumlah foto yang sudah aku buat. Aku ngga punya hapeeehhh yang kek sekarang. Masih HP Sony Erricksson P1 itu dah yahuud banged. Kameranya kodak poket yang 8mp. Tiap balik ke hostel, nongrongin PC yang ada di communa room, ganti2an dengan traveler lain. Pake kabel data upload ke mana coba? dulu gue belum punya FB ahahah apalagi soscmed lain. Letakinnya di YAHOO BRIEFCASE (yang sekarang udah gak ada lagi).

For me from very beginning; "Traveling is not only about arriving, but enjoying it"

Di trip 2009 antara Singapore-KL-Thailand ada ekitar 350an foto. Maklu masih pakai kamera kodak yang memorinya di bawah 1giga (256mb udah ok). Waktu itupun hp masih sekedar untuk telepon dan sms. Sedangkan kamera masih di vga atau di bawah 3 megapiksel ngga secanggih sekarang.

2011 traveling solo ke Eropa pertama kali. Modal cuma bawa tripod kecil ukuran 30cm, sama kamera kodak yang udah lumayan uzur tadi (cuma kisaran 8 mega piksel kok), sama netbook Toshiba buat nyimpan foto2 tiap hari. Ambil foto seadanya.. lebih banyak buat nandain jalan biar kalo nyasar bisa di telusuri balik.

Tahun 2015 nge trip ke Eropa, backpacking berdua Kak Mari, Start dari Amsterdam (Sciedam, rotterdam, Den Hague)-Paris-Switzerland-Inssbruck Austria-Budapest Hungaria-Roma-Pisa-Milan. Julah foto dari HP (yupp aku nggga pernah mau ribet bawa2 gadget kebanyakan) sekitar 900an foto termasuk selfie yang acakadut atau blur.

Not to judge badly gue ngga abis pikir liat "backpacker" Asia atau traveler yang bawa dslr di leher, plus 2 HP yang ngga berenti foto2. You truly missing things out man! belum lagi bahaya copet dan jambretnya. Esensi backpacking, carry less, lu bisa gerat lebih leluasa, jalan kemana aja tanpa kerepotan bawa tuh barang, ketakutan di copet, naik turun bus, tram, kereta tanpa takut tuh barang2 kececeran.

“He who would travel happily must travel light.” – Antoine de St. Exupery

Gue udah liat di banyak tempat ketika mereka sibuk dengan semua gadget ini mereka miss essence di duatu tempat. Duduk, diam, nikmati... contoh di Eiffel tower... jangan cuma di liat Eiffelnya, suasananya, how the air feels, gimana dinginnya suhu 12c mana gerimis, langit abu2... tapi kalau gue tutup mata gue sekarang gue bakalan ingat semua.

Take your time, sit in silence. Gunakan semua panca indera---itu yang gue sebut "memory".

Iya ini tergantung dengan travel style. Untuk gue sayang banget kalo di sibukkan dengan seua gadget tapi ngga bisa nyerap suasana di sana.

Memang sih semua pada bilang, sayang kalau ngga ada foto2 di sana... iya.. gue juga hobi di foto, siapa yang ngga. Tapi somehow deep inside kalau kamu percaya, kamu pasti bakalan balik lagi kesana, you got to believe it!

Ngga masalah mau foto, cuma kala per berapa menit udah foto aja alias excessively, you got to ask why you travel, what for?

Naaahhh lepas dari masalah foto2 ini berlanjut ke masalah telekomunikasi.

2007, ke South East Asia aku ngga pernah beli simcard lokal. Waktu itu bawa kartu Indosat sama Telkomsel dengan roaming DIMATIKAN. Yupp.. tuh HP cuma case emergency aja. Ingat HP jaman dulu cuma buat sms dan telepon aja.

Setiap hari aku kirim satu sms ke adek, just so she knows im ok.

Keluar dari hostel, pakai peta yang masih kertas, telusuri Singapore sendiri. Takut nyasar? ya namanya traveling pasti nyasar. Ngga ada namannya traveling ngga nyasar. Mau di Singapore atau bahkan di Jakarta sendiri... masa belum pernah nyasar di Jakarta?? hahaha... sampe sekarang pun kalo aku di turunin di Jakarta Barat bingung dah gue dimana.

Banyak tempat2 yang aku notice sampai hari ini ngga gitu di eksplor sama backpacker yang datang ke Singapore. Pernah dengar Betel Box? sudah pernah ke water reservoir Singapore? udah pernah jalan ke Jurong? bukan bird park nya aja...beneran wanderless jalan2 aja. Chinatown udah kemana aja? tau ngga d sana ada toko dessert enaaakkk banget. Little Inda udah ke tiap lorongnya? tau daerah Geylang? yang dibilang red distric itu... tau ngga ada majid gede di sana? makanan Malaysia/halal paling banyak di sana loh... tau ngga dari hotel Fulerton itu undergroundnya ada passage ke Merlion? lumayan masuk dan gak panas2an langsung tembus ke Merlion.

Put down your phone... see around you, you will see more!!

Aku ngga nyangkal sering jadi "fakir wifi" apalgi waktu trip Eropa 2015 kemaren. Tapi nngga bikin sampe kek mana gitu ya.... kalo ketemu ya syukur, ngga ya sudah. Kita sepakat toh di masing2 host airbnb kita punya wifi (kita tanya dulu dong sebelum datng). Jadi kalau mau update status atau mo upload foto ya tunggu sampe di penginapan. Kalaupun ada kita dapat wifi biasanya kalo numpang pipis di restoran kek McD **fakir banget** atau tiba2 nemu free wifi di taman (girangnya naujubilah dan batre langsung drop gara2 semua notifikasi masuk sekaligus!) namanya juga backpacker ya pelita hati sama duit ahahah.

Aku traveling buat diri sendiri... susah loh ngumpulin duit, planning traveling berminggu2 bahkan berbulan2, tapi yang di pandang nanti cuma screen hp sepanjang jalan... jadi ya aku ngga ngerasa ada kewajiban buat posting foto tiap 1 menit dan update status tiap 2 menit. Just think about it.

Wifi pun wakttu ke Eropa lebih kepada peta, nge download offline map, google soal interesting place selain yang sudah kita jadwalkan. Untuk peta kita ngandalin Ulmon sama google offline yang bisa nyala tanpa paket data cuma ngandelin GPS dari HP.

You could do it... lepaskan diri dari ketergantungan HP foto2 sewajarnya aja (bukan selfi pose 30 kali di tempat yang sama). Enjoy your trip! its kind of sad loh... apalagi kalau yang backpacking nya ber dua dan sama2 mukanya di HP melulu. Ini yang di celetuk sama temen2 aku yang dari Eropa.

Aku pernah makan di restoran di Jerman, jadi temen aku nunjuk ke meja lain, ada keluarga asia 6 orang. Food on the table, its dinner. Tapi satupun ngga ada yang ngobrol semuanya pada fokus sama gadget masing2 termasuk orang tuanya dan keseluruh anaknya termasuk  toddler. Makan pun di suap ngga liat piring tapi fokus ke monitor. Temen aku nyeletuk "typical asian" dan menurut dia itu ngga sopan sama sekali di Eropa kalau di keluarga makan tapi pegang hp sepanjang makan. Gue cuma bisa nyengir doang. Mo jawab apa? memang rata2 sepanjang perjalan itulah yang gue liat.

So, tulisan ini sekedar uneg2----kemungkinan besar ada yang kurang sependapat, but hey... aku cuma mau kalian enjoy dengan trip kalian without missing things...

Rekor terlama kita tanpa beli2 simcard atau wifi adalah 3 minggu! kira2 kalau traveler sekarang ada yang bisa lebih dari itu ngga yaaa?? ada yang bisa lebih dari 1 bulan mungkin?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Backpacker Girls
Add blog to our blog directory.