RSS

Pindahan Tulisan Bahasa Indonesia

Dear pembaca, untuk kedepannya tulisan dalam bahasa Indonesia di blog ini bakalan aku pindahkan ke blog aku yang lain "Nona Backpacker" biar gak bingung bacanya.. thanks!


Showing posts with label Europe Visa. Show all posts
Showing posts with label Europe Visa. Show all posts

2nd Schengen visa-Pengajuan visa Schengen di Konsulat Jerman Surabaya-Part 2

Setelah mengumpulakan seluruh dokumen pendukung persyaratan visa, aku akhirnya mengontak konsulat Jerman di Surabaya untuk menanyakan beberapa hal melalui email (alamat emailnya; surabaya@hk-diplo.de). Aku buat janji untuk pengajuan dinomor telepon 031-563-1871, dapatnya janji di hari rabu tanggal 28 Oktober 2015 jam 11 pagi. Lumayan masih berapa minggu sebelum jadwal berangkat.

Hari rabu, naik kereta dari Bojonegoro, aku udah bawa semua dokumen dalam map sampe bawa lem kertas dan straples ibarat siap tempur ala UMPTN (hahah ketawan angkatan jadul ngomong UMPTN). Itupun masih bawa flashdisk sama laptop segala biar komplit.

Mengenang tahun 2011, segala horor dan suspense jadi keinget semua waktu mau apply Schengen dari Kedutaan Jerman di Jakarta. Cuma bisa pasrah kalau kejadian lagi,

Sampai di stasiun Ps. Turi, keluar dari stasiun langsung naik Bluebird jam 8.30, bekal alamat yang di print out, maklum bukan orang Surabaya--GPS HP on langsung! Lapernnya ngga ketulungan, jadi di jalan liat Mc D drive way jadi mampirlah buat beli sekedar menu breakfast plus kopi.

Oh ya, jangan lupa siapkan duit cash yang pas untuk bayar visa. Di putaran konsulat aku ngga liat ada ATM. Patokan konsulat yang aku udah google dari semalaman itu adalah hotel Mercure yang gak jauh (kurang dari 1km) dari konsul (lebih gampang di cari via google map).


Hotel Mercure,  gak jauh dari Konsul
Waktu sampai di Jalan Wahidin, aku malah tidak melihat tanda-tanda konsul. Tapi lihat bendera Swiss yang merah besar (catchy banget dah) di pagar konsul Swiss, jadi saya memutuskan berhenti.

Dan memang benar, di sebelah konsulat Swiss memang konsulat Jerman.


Di dalam ruang tunggu Konsul Swiss-Pagar konsulatnya Catchy dengan logo  + merah gede

Aku langsung mendatangi Pak Satpam, dan memberitahukan kalau saya ada janji jam 11. Pak Satpam langsung mengarahkan untuk mengisi buku tamu. Dia juga pegang check list untuk janji temu hari ini. Untuk pengamanan ngga seketat kedutaan besar Jerman di Jakarta. Jadi aku masih bisa bawa HP sama ipod beserta elektronik lainnya. Aku di suruh menunggu di ruang tunggu konsul Swiss yang ternyata ada pagar penghubungnya lumayan ruang tunggunya yang lebih adem.

Di ruang tunggu ada satu keluarga sepertinya dengan travel agent yang juga menungggu.

Lumayan sepi dan tenang, aku gak liat2 lagi cuek makan sarapan yang aku beli di Mc D tadi. Gak nyadar banget ada mbak2 di balik meja di ruangan sebelah hahahah mungkin mikir tuh mbak gila amit makannya buas (sumpah gue lapar). HP pun aku colokin buat nge-cas  (ngga tau ada mbak di sana tadinya aku asal colok aja).

Pas habis makan, mbaknya yang sepertinya sudah nunggu, manggil dan minta semua dokumen di serahkan. Dia susun ulang semua dokumen dan cek ulang kelengkapan. (ini posisi masih di gedung Swiss tadi ya)

Sampe sini herannya aku nga seberapa deg2an. Gak sama dengan suasana waktu di Kedutaan Jerman yang Jakarta, dari awal tuh suspense abis. Di sini berasa lebih relax. Aku juga masih di perbolehkan pakai hp (gue gak nyadar ada tuh mbak jadi selfie2 lah gue hahahah).


Bukan promo sepatu-tapi takjub aja ngga seketat Jakarta

Jam 11 lewat (yupp agak ngaret), aku di suruh naik ke konsul. Keluar dari ruang tunggu ngelewatin pos securty (nga di suruh titip tas segala) menuju lantai 2 konsul Jerman.

Di lantai 2 ternyata lebih sepi lagi. Cuma ada 2 petugas di sana. Ada ruang tunggu kecil di sana.
Sampai di sana aku langsung menghampiri loket dan menyerahkan semua dokumen.

Waktu aku menyerahkan print out dari website Videx, ternyata memang benar aku melakukan kesalahan.

NOTE: kosongkan bagian yang tidak perlu!!! bahkan jangan di tulis "N/A" (Not applicable)
Aku tulis di sebagian besar form tersebut dengan N/A sebab dari pengalaman pengajuan visa terdahulu aku di bilang tidak boleh mengosongkan jawaban (di lembar permohonan manual).

Jadi beruntunglah aku bawa laptop dan langsung sambung ke internet via HP, dan mbak yang di konsulat baik banget boleh minta tolong print ulang. Jadi aku simpan form yang sudah selesai di revisi dan simpan  melalui flashdisk untuk kemudian di print. Fiuuuhhhh!!!

Selain dari itu, berhubung aku juga dapat surat undangan resmi/Verpflichtungserklarung, dan di nyatakan semua pembiayaan di tanggung oleh pengundang (ada kolom contengan di bawah surat yang menyatakan demikian), seharusnya tidak butuh print out dari tabungan aku. Tapi memang aku buat jaga-jaga sudah siapkan---daaannn kemudian di tanyakan. Aku langsung serahkan semua copy print out tabungan. Untuk pengajuan yang sebelumnya dari kedutaan Jerman di Jakarta aku malah tidak diminta. Menurut mbaknya, ini adalah aturan baru--wokkey baiklah.

NOTE: walaupun sudah ada pengundang dan ada surat resmi, untuk jaga2 yah print out sajalah tabungan!

Selesai seluruh dokumen di serah terima, tentunya ada sesi tanya jawab yang ternyata pertanyaannya masih sama dengan beberapa tahun yang lalu. Yang di tanyakan seputar pekerjaan kita, apakah punya aset atau tidak (mobil/motor, tanah, rumah atau apartemen), pegawai kontrak atau permanen, dimana kerja kita, dan soal pengundang/penanggung. Di mana ketemu, cara komunikasi dengan bahasa apa, sudah berapa lama kenal dengan pengundang, dll. Tapi jangan khawatir, ngga terlalu detail sampe nanya nama orang tua, nama saudara dsb (hahah gue sempat stres waktu pertama mikir ini yang bakalan di tanyakan). Pertanyaan juga akan seputar rencana perjalanan. Tapi berhubung selama 14 hari aku cuma di Frankfurt dan sekitarnya jadi aku cuma kasih tau kota-kota sekitar aja. Tapi sepertinya si mbak rada relax dengan pertanyaan sebab aku sudah pernah ke sana dan malah banyak tanya soal proyek aku **grin** pekerjaan pasti bakalan di tanyakan sebab mereka juga gak mau kita ke sana nantinya malah cari kerja.

Ibu satunya, baru bertanya ketika semua proses selesai, dia menanyakan soal facial paralysis aku--hahah dia tadinya menngira aku pernah kena stroke! (anyway ini OOT banget ya).

Daaannn setelah itu, aku di kasih selembar surat bukti pembayaran, disuruh datang lagi setelah 14 hari kerja. Dokumen asli seperti Verpflichtungserklarung di kembalikan.

Keluar dari konsul aku akhirnya jalan kaki ke arah Hotel Mercure, sebab aku ingat di jalan di samping hotel tersebut ada pangkalan taksi Blue Bird. Jadi yo wesss... jalan kaki biar hapal nih jalan (sambil berdoa komat kamit di tiap langkah, suatu saat bakalan apply lagi visa Schengen dan jalan lagi melalui jalan ini--amiiinnn).

Jreeeenggg jreeeengg..... demikianlah.

Tinggal ngarep dot com, dapat mukjizat dari negara yang paling pelit dengan visa, dapat multiply buat 3 bulan hahaaayyyy!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My dearest 2nd Schengen Visa (pengajuan via Konsulat Jerman Surabaya)

Kemarin baru aja buat visa schengen melalui Konsul Kehormatan Jerman di Surabaya. To make it short langsung aja deh. Jadi pokok bahasan curhat gue kali ini soal proses yang di Surabaya ya walopun kurang lebih sama dengan di Jakarta…….

Awal cerita di mulai dari pikiran sumpek kerja di daerah terpencil (dan alesan2 gak masuk di akal lainnya) keisengan nanya-nanya kantor soal liburan apakah di bolehkan atau ngga dan akhirnya ditanya mau kemana sih?? Gue sih iseng jawab YUROP lah… tapi hahah memang kangen sih.. jadi yah diiringi doa (dan lirikan tajam bos) akhirnya di niatkan benar ke Eropa (dadakan).

Tujuannya kali ini hanya di Jerman dan seputarannya. Cuma 14 hari dan dikala winter, sebab aku sudah pernah datang waktu summer. Ngga punya banyak rencana sebab yang aku tau aktivitas selama musim dingin agak terbatas, kecuali kalau kamu suka winter adventure, ski dll. (guehh kaga tahan dingin cuyy)

Berhubung lokasi kerja aku sekarang pindah ke Jawa timur dengan segala pertimbangan dan hasil terawangan, maka ya sudahlah apply dari Konsul Jerman di Surabaya ajalah. Namanya juga dadakan ngga ada rencana matang.

Alamat Konsul Kehormatan Jerman ada di Jl. Dr Wahidin No 29 Surabaya.

Dulu waktu ke Eropa 2011, rencana dibuat matang sebab belum pernah ke sana dan secara sendirian, antisipasi segala macam keadaan deh pokoknya. Tiket sudah di beli 3 bulan sebelum keberangkatan. Itinerary selesai, mateng di buat di excel isinya rincian biaya and how to get there, semua moda transport yang available di tulis, just incase ketinggalan bus atau kereta. Sampe packing list di buat juga dengan detail. Pokoknya komplit lah.

Pengurusan visa juga di buat di bulan February (berangkat Mei), izin kantor berangkat ke Jakarta dan akhir Maret visa di approve.

Kali ini gue beda. Ngga ada persiapannya hahahha (ketawa gila stress abis).

Kali ini mulai pengumpulan dokumen September akhir dan pengajuan visa Oktober niat berangkat November akhir sampai dengan Desember hahahha…..

Kali ini pengurusan visa schengen sudah agak berbeda dengan tahun 2011, selain ada system VIS yang baru sejak November 2013, perbedaan juga ada hubungannya dengan lokasi pengajuan sih. Bedanya;

  1. Konsul Jerman di Surabaya hanya menerima formulir yang di isi secara online melalui website Videx (https://videx.diplo.de/). Keduaan besar Jerman di Jakarta masih menerima formulir manual yang di berikan secara gratis. Aku terusterang agak grogi dengan Videx sebab kalau ada kesalahan maka akan butuh di upload ulang filenya dan di print lagi. Kalau untuk form manual bisa di copy/print sebanyaknya kalau salah bisa di tulis tangan ulang.
  2. Biaya proses visa melalui konsulat lebih mahal. Rincian biayanya: 60 euro untuk biaya pembuatan, 30 euro untuk konsulat dan Rp 50.000,- untuk ongkos kirim. Semuanya di bayarkan dalam mata uangn rupiah (aku kena total Rp 1.400.000,-). Di kedutaan besar Jerman di Jakarta biaya yang di keluarkan hanya 60 euro (hanya biaya pembuatan)
  3. Lama proses visa. Di Kedutaan besar Jerman di Jakarta lama proses hanya 10 hari (dari yang tadinya hanya 3 hari hikkkssss). Lama proses pembuatan visa melalui konsulat adalah sampai dengan 14 hari. Jadi kurang lebih di buatlah timelinenya... kalau butuh buru-buru 4 hari selisih itu memang sesuatu bangeddd... tapi kalau kek aku yang kepepet... apa boleh buat deh.
  4. Untuk membuat janji dengan konsul hanya bisa via telepon masih belum bisa melalui website seperti kedutaan besar. Nomor telepon konsul kehormatan Jerman di Surabaya: 031 563 1871

Untuk syarat2 wajib/utama masih sama sih dengan kedutaan besar di Jakarta. Cuma saran aku mendingan dokumen pendukung lainnya juga di bawa.

  1. Formulir yang di isi online di website Videx ini (asli 1 lembar). Untuk formulir manualnya bisa di download disiniTips: beda dengan formulir manual yang dulu gue isi, yang kali ini kalau memang ngga perlu diisi yaaa di kosongkan aja ngga perlu di tulis “N/A” kek formulir manual tahun 2011 dulu. Sebab yang di baca sama mesin scan permohonan nanti adalah barcode jawaban dari formulir videx yang di isi
  2. Lembar pernyataan berdasarkan Undang-undang izin tinggal pasal 54, 55 serta jadwal perjalanan yang sudah di tanda tangani (semua harus asli). Formulir bisa di download klik disin Tips:  isi tanggal sesuai dengan tanggal pengajuan visa. Kasih daftar detail sesuai dengan rencana perjalanan berapa lama tinggal di suatu Negara (kalau mau traveling ke negara lain selain Jerman) dengan memberikan kode Negara sesuai petunjuk. Kalau mau ambil visa 90 hari dengan multiple entry, jadwal perjalanan berikutnya ke negara2 Schengen harus juga diisi. Jangan lupa untuk membuat asuransi yang masa berlakunya mengcover 90 hari kalau perlu satu tahun.
  3. Foto biometris berwarna dengan latar belakang putih atau abu-abu muda, ukuran 3,5 x 4,5 cm. Wajah setidaknya mengisi 80% dari keseluruhan gambar. Untuk foto ini aku sengaja udah foto dari bulan September di Fuji film di ground level Mall Grand Indonesia Jakarta. Mereka benar-benar mengecek foto ini loh jangan sampai salah ukuran dan komposisi perbandingan. Yang dii butuhkan 2 lembar. Satu di tempelkan ke formulir dan satu di kelipkan ke formulir.
  4. Passport yang masih berlaku, minimal 3 bulan sebelum masa visa berakhir. Minimal ada 2 halaman kosong (asli ngga perlu fotocopy). Kalau ada passport lama yang banyak stempel visanya, lampirkan juga buat referensi. Aku kemarin dengan pertimbangan di passport lama ada visa Schengen dari kedutaan Jerman juga jadi aku lampirkan juga.
  5. Untuk Asuransi, Isi formulir yang bisa di download di siniPolis asuransi yang memenuhi syarat adalah mengcover jumlah pertanggungan minimal 30.000 euro. Bukan harganya yang 30.000 euro ya… perhatikan nominalnya juga jangan kejebak sebab 30.000 usd beda dengan 30.000 euro. Untuk asuransi lokal, aku masih liat ACA dan AXA yang masih jadi favorit traveler yang mengajukan visa schengen. Kedua asuransi ini mengcover nilai pertanggungan sesuai dengan syarat pengajuan visa schengen. Tapi AXA kelebihannya bisa di ajukan secara online jadi ngga perlu mendatangi kantor asuransi. Untuk ACA, keknya postingan aku yang lama tahun 2011 dulu nemu satu agen yang mau ngantarin asuransi langsung hari minggu pula. Kalau mau visa 90 hari pastikan di halaman ke dua di isikan tanggal berlaku asuransi. Kalau mau 90 hari ya belilah asuransi yang berlaku sampai dengan 3-6 bulan, atau yang satu tahun, mudah2an bisa di approve 90 harinya.
  6. Biaya pembuatan visa sebagaimana yang gue sebutin sebelumnya. Untuk di Konsulat ada biaya tambahan 30 euro dan ongkos kirim sebesar Rp 50. 000,- biaya pembuatan visa ini di bayarkan dalam rupiah dan tergantung kurs Euro pada saat pengajuan permohonan
  7. Surat Keterangan kerja dari kantor. Isinya intinya menyatakan bahwa perusahaan mengetahui rencana perjalanan kita dan menjamin bahwa kita akan kembali bekerja serta meminta agar di bantu proses pembuatan visanya.
Surat Keterangan Kerja aplikasi Schengen

Syarat tambahan (tergantung faktor keberuntungan) baiknya disiapkan juga;

  1. Payrolslip dari kantor (gue siapin 3 bulan terakhir)
  2. Rekening koran tabungan selama 3 bulan terakhir (kalau BCA di charge per lembar Rp 8000,-)
  3. Booking tiket pesawat/itinerary. Ingat, bukan issued tiket sebab kalau visa tidak di approve sayang dunk uang tiket yang pastinya di atas 5 juta. Aku booking melalui website KLM, dan metode pembayaran dengan melalui ATM sehingga ada waktu 48 jam pelunasan, nomor booking sudah keluar juga
  4. Kalau pakai penjamin dari Jerman, minta buatkan surat undangan tertulis dan Verpflichtungserklärung yang di buat di Jerman. Surat Verpflichtungserklärung harus di serahkan yang asli dan 1 fotocopy. Surat undangan cukup yang asli. Fotokopi identitas pengundang KTP/Passport juga harus di lampirkan   


Invitation Letter Schengen Visa


Untuk seluruh checklist dokumen yang di perlukan bisa liat di halaman ini.


Untuk detail pengalaman applynya aku tulis di tulisan berikutnya yaaaaa…….

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Europe, shall we?? Start yang menegangkan!

Kalau semua perjalanan sama kek tempo lagu, dari lambat ke cepat, atau ibarat panser dah panas baru ber beran... cerita aku mulai dengan panas dingin duluan...

Kalo yang jelek jangan ditiru yakk *takut dikutuk emak2's sedunia* lhaa kenapa??? ini jawabannya:

Aku gak pernah bilang sama nyokap soal berangkat ke Eropa, ngakunya cuma ke Singapore doang!! hyaaaa!!! ke Jakarta aja doi dah cemas getoohh... bilang ke Jerman pastinya doi bilang "NEI..NEI..NEI!!" mampus gue nanti di pasung di hutan Jambi!!

Berangkat dari rumah jam 10.30am kesialan di mulai dari malam… 

Bisa2nya tambalan gigi copot… please deh dah mau berangkat masa mesti sakit gigi segala.. gak lucu lah…tapi apa boleh buat… terpaksa pergi kerumah sakit dan ngantri dan memohon suster biar bisa duluan, secara dapat nomor 8 huhuhu.. akhirnya dokter gigi di batalin sebab sampe jam 11 kurang masih duduk dengan manisnya di ruang tunggu.

Diantar sama si mamah sama pacar adik gue, kita barengan di airport.. masih ada waktu 45 menit jadi kita makan bakso malang dulu heheh.. taste of Indonesia sebelum nyoba roti melulu.

Waktu dah di panggil buat boarding, sambil cipiki sama cipika, langsung bilang, mah aku pergi ke Jerman sama Perancis, doain baik-baik aja, nyokap bengong, "ahh masa sihh?kapan ngurus visanyaaaa??" cuma bisa teriak sama nyokap, "ntttaaaarrr di ceritain waktu baliiikkk!!!" dan si anak durhaka melewati security airport sambil dadahin mamahnya yang bengong...

Ntar tak di belikan kain sari warna hijau lagi deh dari Singapore... doi suka sama kain sari, berhubung bisa dibuat pakaian muslim (panjang kain sari 6 meter bo!) lumayan bagus buat seragam lebaran huahuah! (ngirit dot com jugaaaa)
Akhirnya pesawat lepas landas jam 11.30pm hehe duduk di sebelah ibu2 yang baeeek banget.. kita kenalan trus dia nawarin satu taksi/barengan dari Hang Nadim ke Batam Center (dari airport ke pelabuhan). Memang dari awal aku niatan mau cari orang buat share taksi.. lumayan biar bisa hemat 70 ribu bagi dua hehehe (ngirit dot com lagii)

Sampe di Btama sekitar jam satu lebih… kita langsung jalan ngambil barang.. oh ya lebih baik beli tiket kapal PP dari airport sebab lebih murah. Aku naik boat penguin dengan harga tiket yang diskon dengan syarat tuh tiket PP digunakan sebelm 30 juni 2011. No problem.. memang kan niat baliknya tanggal 5 Jun jadi aku ambil aja. Letak counter ferry sebelum pengambilan barang ada di sebelah kanan.

Waktu itu aku mau tukar Singapore dollar di sana tapi setelah liat ternyata nilai tukarnya jalek banget bandingannya, jadi aku bata tukar dan mutusin mungkin tukar di Singapore aja kali yaaaa…. Secara aku masih punya kartu MRT dan aku juga masih ada kira2 25 Sing dollar.

Jadi berangkatlah kita dengan taksi yang super ngebut… aku udah tau jadwal ferry yang bisa aku kejar.. Ferry jam 2 siang. Jadi aku rada santai juga, si ibu2 sama mertuanya juga asyik banget orangnya. Dia bilang aku gila sebab aku jalan2 sendirian ke Eropa pertama kali..waduh bu, saya juga mempertanyakan kewarasan saya sebenarnya…

Akhirnya kita sampe di Batam Center, masih belum berunbah dari luarnya… kami langsung ke belakan tangga untuk setor tas, hehe.. disini kita bisa check in tas kita. Tapi ternyata kata si bapak yang Tanya kita mestu lapor tiket dulu di lantai 2. Jadi aku naik ke lantai dua dan cek in tiket dulu.

Disini aku musti bayar S$12 untuk port tax. Whatever lah…  sudah cek in aku turun lagi ke bawah buat check in tas aku. Disini di bilang kalo tas beratnya dibawah 20 kilo FREE, tapi kemudian si bapak suruh aku bayar Rp 10.000,- yah bodohnya aku ketika terima recipt/tanda terima aku gak baca.. ternyata di recipt yang dikasihnya juga biaya RP 00,00,- wew!!! Baru nyadar waktu dah naik ke boat!! Ahhh pungli!! Dasar INDONESIAAAAA!!
Self Reminder:Selalu periksa kwitansi apapun!

Aku juga lupa kalau kartu XL ku tersayang belum di aktifkan international roamingnya.. huhuh..buru2 hub teman aku buat cari info soal int. roaming! Tapi ternyata sodara2 gak ada info buat international roaming dan keknya harus langsung ke XL shop..haduuuhhh…

Tapi aku dah siap sedia dengan membawa semua kartu huahauha..mulai dari IM3, AS sampe dengan XL hohoho..yang mana yang bisa di pake aja.. kalo ngga ya udah aku beli kartu aja lah…

Sampai di Singapore waktu mau masuk ke imigrasi.. wadaw.. aku liat banyak kaliiiii peraturan yang bisa buat aku di deportasi: 1. Aku bawa DVD bajakan… niatnya mau nonton DVD kalau cuaca gak bagus di hostel/hotel nanti 2. Aku bawa obat2an yang lumayan banyak kek buat apotek berjalan huahau secara aku suka kena flu huhu maklum daya tahan tubuh agak kurang kalo dah di Negara orang! Hehe yang ke 3. Aku juga tau kalo di larang bawa barang palsu masuk ke EROPA tapi aku tetep bawa WHPO aspal dengan kulit tulisan LV hahahaha sok cihuy banget kan!

Tapi ternyata… waktu udah deg degan abiss… yang ngecek passport aku cowok.. hoho dia tanya mau ngapain ke EROPA aku bilang mau ngegembel disana, dia bengong.. maksudnya sekolah? Heh aku bilang liburan backpacking. Dia senyum2… hehe baik juga… passport di stempel dan akujalan menuju mesin xray.. huhu pilihan yang sulit untuk jujur.. mau masuk ke jalur “have something to declare” atau “nothing to declare” hahahah aku mantap jalan di “nothing to declare”. Mudah2an gak ada yang bunyi2 atau di suruh bongkar tas!! Malunya booo…. 

Tapi ternyata gak ada yang nyetopin dan bunyi2 cihuyyyyy…..

Aku mantap melangkah nyari MRT buat ke changi!

Waktu di stasiun MRT Harbour Front aku check status kartu MRT aku wew… ternyata sisa Cuma S$10 yah sudahlah.. aku recharge lagi S$10 (aku ada bawa sedikit sing dollar dari Jambi). Dan langsung naik MRT.

Dari harbor front MRT aku naik NE17 jurusan Punggol (line warna ungu) dan turun di interchange Outram Park buat ganti ke kereta MRT jurusan Changi (line warna Hijau tua). Dan dari sini kira2 ada 12 stasiun MRT sebelum Tanah Merah. Di Tanah merah harus ganti dengan MRT khusus ke Changi Airport… hehe kedengarannya ribet.. tapi gampang kok kalau dah ngerti….

Sampe di change aku masih ada waktu kira2 6 jam..wadaww…

Langsung ke terminal 2 aku dah langsung liat “early check in” Lufthansa.. yah… sutralah.. aku langsung double check bawaan di tas ransel.. takut2 ada barang2 nanti yang di tahan waktu di gate huhuhu pengalaman jelek.. nanti disuruh buang pula lotion tersayang ku!

Check in langsung dah ngelayap di terminal keberangkatan, ada beberapa toko yang menarik di sana. Jadi shoppibng sedikit2 sambil nunggu waktu keberangkatan.

Dah dekat dengan waktu keberangkatan aku langsung ke ruang tunggu gate.. errh masih belum buka, lampunya aja masih matee.. yah sutra, aku liat ada kursi massage buat kaki gratisan.. lumayan, duduk di sana sekitar setengah jam hohoh recommended time sih Cuma 10 mebnit tapi berhubung orang Indonesia kali yee kalo gak setengah jam di pijat gak manteb..  yah sutra… merem melek di kursi pijat…

Balik lagi ke ruang tunggu.. errh dah rame, langsung habisin air di botol minum, tapi botol aqua aku simpan dalam back pack, namanya bekpeker berguna nantinya...

Surprise, flight Singapore-Munich, aku mahluk paling eksotis! Hoho berasa cantik banget… jadi satu2nya cewek asia dengan rambut hitam dan kulit coklat! Yang lain kalo gak blonde kalo gak coklat.. hohoh.. sudah berasa Jerman banget, satu ruangan aku bisa dengar bahasa Jerman, Perancis sama… Rusia??? Jadi sumber perhatian jadi gerah juga, aku belagak sibuk dengan ipod hohoh.. ge-er diliatin terus.. (mungkin para bule mikir nih anak nyasar!)
Boarding pass flight akyuuh!
Pesawat Lufthansa yang aku naikin jenisnya airbus, lumayan juga--! Biasa aja sih…. Berhubung tinggi aku 173cm jadi ruangan kaki yah..biasa aja… kalo aku ukuran standard cewek Indonesia yang sekirtar 155-160 mungkin rada lega kali ya… di sebelah aku duduk cowok dari belanda, keknya dia traveling sama 3 orang temannya. Mereka ketawa melulu saling lempar joke kali ya..(gak lucu kalo lempar sepatu).

Sial! Dah duduk manis di pesawat ada yang telat boarding 4 orang total, terpaksa pesawat berangkatnya telat, mesti NYARI dan NGELUARIN tas 4 orang penumpang yang mendadak dangdut tersebut. Dan ternyata ini menyangkut factor keamanan-ciee.. hasil nanya2 nih. Katanya semenja bom pesawat di Inggris dulu, jadi semua tas penumpang yang GAK ADA DI PESAWAT alias gak naik pesawat/boarding tasnya di keluarin. Mana tau isinya bom, ihhh amit2!

Penerbangan 13 jam juga lumayan boring. Aku mondar-mandir toilet, sengaja, pegel bo… jadi dari tempat duduk aku jalan ke depan, bagian bisnis, mutar lagi ke belakang trus kedepan lagi mutar balik ke belakang—total 2 lap, hahahah! Lumayan… olahraga, aku perhatiin setelah sampe memang kaki rada bengkak.. tapi gak parah sih…. Aku juga bawa semua perkakas tidur mulai dari syal sampe dengan topi rajut dan sarung tangan wol, huahuah berasa winter.. gak peduli lah, dari pada masuk angin!

Dah mo landing, aku liat lewat jendela.. wow… ini EROPA beda banget dengan Indonesia, mulai dari vegetasi, rumahnya LUCUUUUU! KEK RUMAH BONEKA!!! Padang rumput luaaaasss banget dengan kincir angin buat listrik.. ohhh my!!!!

Ingat soal connecting flight aku ke Paris yang Cuma jarak 30 menit aku Tanya sama pramugari, errrhhh kok jawabannya GAK TAU??? I don’t know gitu lohh…. Mate aja lohh.. katanya bakalan di urusin!

Ternyata cowok yang sebelah aku flightnya jarak Cuma 1 jam dan dia aja dah nyerah gak bakalan on time dia bilang huhuhu gimana dengan dirikyuuu….. dia angkat bahu sambil bilang, “HOPE YOU’RE A GOOD RUNNER” huaaaahhhhh! Mate aja.. kalo runner gak masalah Cuma bawa tas ranmsel ini… Cuma run kemana geto looohh!! Kan ini kali pertama aku ke airport di munich, aku sudah print out peta/denah airport tapi gak dibilang jaraknya kan??

Pesawat landing dan aku gak peduli dengan sopan, sumpah, main trabas-bahasa Sumatra.. langsung lari kocar kacir kea rah tulisan “TRANSIT” yaaaa ammmpuunnnn kenapa cowok disini cakep semua ya ampuuuunnn… (sempat2nya aku mikir gitu ya).. tapi itulah selama lari ngebirit aku liat mahluk disini cakep2 semua, ramping, kaki jenjang, hidungnya bagus semuaaaaaaaaaa!! Huaduuuhhhhh!! *tahan diri*

Kocar kacir akhirnya ketemu bagian imigrasi kira2 1 kilo dari gate/tempat pesawat aku parkir.. ohh ya 1 kilo dengan tangga naik turun yang nau jubilah!!! Stempel di passport dah aku dapat.. senangnya liat stempel imigrasi dari Munich dengan kode “D” di lingkaran uni eropa-nya… 

Dapat imigrasi lari lagi ke bagian security keberangkatan, aku liat masih 10 menit lagi! 

Hiyyaaaa….

Lewat kali pertama, alarm bunyi.. hah?? Di suruh copot jaket..

Alarm bunyi lagi waktu aku lewat..disurut copot sepatu sama ikat pinggang, lewat SEKALI LAGI.....
BUNYI LAGI!! Apa de heck!! Body search sama meraka, gila apa!! aku disuruh lewat lagi..dan..

Bunyi lagi, dan pake metal detector setelah body search yang ke dua and do you know apa yang bunyi beep??? BESI KAITAN BEHA yang gedenya se iprit itu!!!!

Sumpah lo, gue liatin yang periksa DO I HAVE TO TAKE IT OFF TOO??? Sambil melotot. Doi nyengir, sukur cakep huh!!!

Habis lah 10 menit yang gue piker bisa kejar.. buat pasang jaket dan sepatu lagi, ada sih niat gila lari gak pake sepatu… tapi dah lemesssss… pasraaahhh… lari ke gate 24 yang ternyata di paliiiiiiiiiing ujung keberangkatan… tentu saja.. Cuma ada petugas Lufthansa, gak ada pesawat… 5 minute late.. dah kek lagu MLTR.

Tanya sama dia aku bilang flight aku dari Singapore delay… huhuhuh…. Dia bilang im so sorry, suruh aku lapor ke kantor Lufthansa.. lunglai.. balik lagi ke arah pemeriksaan sekuriti… sebelah kiri ada counter gede Lufthansa… aku masuk ke queue.. dan gak lama cowok petugas di sana print out boarding pass baru… berangkat jam 9.40am huhuhuhuhu.. satu jam lagi…

Tapi sutralah.. jadi bisa sarapan manusiawi… langsung menuju meja sarapan GRATIS dari Lufthansa.. hohoh sering2 aja… dengan buasnya minum 3 gelas kopi dengan Jacobs crackers yang aku bawa dari Indonesia.

Huhuh gak ada sinyal XL berhubung aku gak sempat daftar. Untung masih ada sinyal dari kartu AS dengan ajaibnya.. hahah! Ternyata masih ada roamingnya.. bagusss…Cuci muka sikat gigi di toilet. Sukur dah di ingatin soal bawa baju ganti dan toiletries di backpack aku. Ganti pakaian, cuci muka sama sikat gigi, dandan lagi…. Lumayan fresh!

Ke ruang tunggu flight selanjutnya di gate 18. Dah ada beberapa orang di sana.. sekali lagi.. the only asian girl hohohoh…. Diliatin terus jadi tersipu2 gerah hahahah! Norak dot com. Mungkin tampang dah kelewat eksotis gara2 gak mandi hahah!

Pesawat ke Paris dari Munich jauh lebih kecil dari yang Singapore. Penerbangan juga kurang dari 2 jam.  Di pesawat aku ketiduran lagi hahaha, secara di Indonesia udah sore, dah 2 hari dalam perjalan I feel exhausted!!!

Nyampe di Paris hamper tengah hari! Feel so damn excited dah gak tau lagi rasa capek hilaaang!!

Selanjutnya arrival dan explore CDG/Charles de Gaulle airport....


CDG RER station sign


.......TO BE CONTINUED....


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Europe Pre departure....(perubahan Rencana-Rute dan Penerbangan)

Update soal perjalanan aku ke Eropa;


Setelah visa aku di approve dan aku udah balik kehutan, aku mulai rajin browsing flights. Ternyata booking tiket jauh sebelum hari keberangkatan memang lebih murah. Aku dapat beberapa option untuk penerbangan ke Jerman.

Sebagian besar perusahaan penerbangan yang tujuannya ke benua Eropa asalnya dari Timur Tengah. Yang jadi favorit keknya Qatarairways yang harganya kadang lumayan miring, selain itu ada juga Lufthansa yang gak kalah menarik, China Airlines juga not bad... yang sering ada promo sih Malaysia Airlines. Aku juga liat harga paling murah di tawarkan oleh Srilanka Airlines... tapi setelah aku browsing soal pro dan kontra dari penerbangan ini.....gak jadi deh..

Srilanka Airlines servicenya agak kurang, trus bulan Feb 2011 ini dia dapat ancaman bom... haduh.. ngga deh.. hahaha....

Pokoknya kalau soal tiket jangan bosan2 browsing deh.. aku juga subscribe alias langganan mail dengan beberapa airlines... mana tau ada program promo dan aku bisa ambil hehe.. lumayan...

Aku lumayan dapat banyak masukan dari Mr T, dia nyaranin aku untuk not wasting this chance... kalau ada tiket murah ke tujuan manapun di Eropa ambil aja! dan dia mengenalkan aku dengan tiket "Open Jaw" haha apa pula ini tiket "buka rahang"??

Open jaw itu maksudnya kalau kita pergi dari kota A ke kota B dari kota B mungkin dilanjutkan dengan transportasi yang lain ke kota C trus dari kota C balik lagi ke kota A. Tiket ini bisa lebih murah asal menggunakan perusahaan penerbangan yang sama!

Masih bingung open jaw itu maksudnya gimana? hehe gini nih contohnya:
Kota A ke B (dengan airlines X)
Kota B to C (dengan bus/kereta/kapal)
Kota C to A (dengan airlines X)

Jadi berubah lah singkat kata itineraryku yang udah aku biat terlebih dahulu. Yang dulu perjalanan aku polos banget Jakarta-Frankfurt-Jakarta. Untuk itinerary yang baru aku terbang Singapore-Paris dan pulangnya Munich-Singapore dengan Lufthansa Airlines.

Kenapa kok dari Singapore? hehe bedanya 2 jutaan.. plus aku kan terbang dari Jambi, PP bisa nambah jadi 3 jutaan. Rugi laahh... jadi aku ambil dari Singapore. Aku bisa naik Sriwijaya ke Batam dan di terusin dengan boat ke Singapore... lebih lama waktunya tapi hemat.. lagian pesawat aku jam 9 malam kok....lumayan bisa hemat sekitar 2 jutaan untuk tiket PP.

Singapore bisa di jadiin alternatif buat cari tiket murah juga, sebab banyak banget airlines yang tujuan Eropa ke sini. Nah untuk dari Jakarta kitakan bisa naik budget airlines kek Value Jet, Tiger Airways, atau Air Asia yang harganya lebih miring ketimbang ngambil tiket langsung dari Jakarta ke Negara Eropa tersebut... padahal nantinya juga transit di Singapore kok hehehe.....

Untuk visa mungkin tadinya aku rada was-was sebab Visa Schengen aku di ambil dari Kedutaan Jerman, tapi tujuan pertama Paris. Setelah banyak browsing via google, aku sudah tau kalau ini boleh aja, sebab waktu liburan aku paling panjang di Jerman, dan kebetulan flight Singapore-Paris ada transit di Munich dan aku harus lewat imigrasi di Munich Airport! jadi stempel masuk negara Schegen pertama itu di Munich-Jerman.

Sebenarnya walaupun masuknya langsung dari Paris, asalkan ada tiket ke Jerman gak masalah juga, aku baca beberapa blog yang punya cerita sama. Approval visanya dari kedutaan Belanda (contoh ajaa..) trus negara pertama yang di tuju Perancis.

Yang mungkin perlu di perhatikan dan paling penting adalah visa tersebut harus multiple entry, alias bisa keluar masuk negara Schengen yang nota bene lebih dari 26 negara di Eropa sesuka hati hehe.. tapi kalau cuma single entry... wah.. kalau dah keluar harus buat visa baru lagi nih!

Sebenarnya yang paling murah tetep flight Air Asia. Waktu aku browsing itu aja ada tiket yang harganya 3.9 juta rupiah PP (yupp PP sodara2) dari Jakarta ke Paris dan balik ke Jakarta lagi. Tapi berhubung aku mau coba beda kota ya udah.. dengan berat hati aku gak buka lagi website Air Asia itu.. biar ak sakit hati hehehe... (derita traveler kantong tipis huuhuh....)

Yang jadi masalah itu waktu transit di Munich Airport! jadi flight aku Singapore-Munich stop/transit dulu di Munich cuma 30 menit!! dan ganti pesawat lain untuk jurusan Munich-Paris.Naik pesawat domestik aja gak mungkin kekejar tuh dalam waktu 30 menit langsung pindah pesawat!

Bayangin aja, turun dari pesawat (ngantri juga kan?) trus jalan/lari lewat gerbang ke imigrasinya, ambil bagasi pulaa... lari2 lagi dari tempat bagasi ke check in airline...trus trus imigrasi lagi... haduuh.. kalo punya kekuatan superwoman atau juga secepat Flash Gordon.. mungkin bisa.. tapi.. errhh ... sumpah baru liat setelah tiket di issued!!

Buru-buru cari data soal Munich airport sama Lufthansa.

Setelah aku browsing, menurut Airport Munich mereka memang jagonya transit 30 menitan. Emang bisa? gimana caranyaaaa??

Ternyata mereka punya senjata ampuh, yang pertama banyak penunjuk arah yang buat first timer kaga nyasar.. hehe kalo gak bisa baca tulis..derita loe deh! trus, mereka juga punya ban jalan untuk bagasi yang super cepat dan canggih! trus mereka punya command center yang memilah tiap2 penumpang yang butuh transit kurang dari 30 menit dan di jadikan prioritas.

Maksudnya prioritas? sampe titik darah penghabisan cuy! contohnya kalau flight aku dari Singapore-Munich mau landing dan connecting aku dalam rentang 30 menit... tuh command center bakalan contact tower pengatur lalu lintas airport! dan pesawat aku bakalan di jadikan prioritas utama buat landing! huaaaaahhh! keeerreeenn! trus udah gitu di carikan gate yang dekat dengan pesawat aku yang berikutnya hohoho.. di manjain bangeeettt..

Kalau masih gak sempat juga.. alias waktu transit kurang dari 30 menit... mereka ada jurus lain... hehe.. di jemput langsung dari pesawat! hahaha... yupp mereka bakalan sediain mobil buat jemput penumpang langsung dari pesawat!!

Tiket mesti di tunjukkan sama petugas trus tiket bagasi di scan buat di infoin ke petugas bandara, biar bagasi jalan langsung ke pesawat yang berikutnya trus penumpang tadi di antar ke counter imigrasi khusus di lapangan tersebut (pinggiran kali ya..) buat urusan imigrasi, udah kelar kemudian di antar langsung ke pesawat berikutnya!! dan semua action terjadi di tempat parkiran pesawat! hahaha kebayang dah!! kebut2an sama mobil di tempat parkiran pesawat!!

Memang Jerman paling keren soal teknologi.. huhuhu... kapan ya Indonesia ada airport kek gini.. transit 30 menit................ (boro2.. delay aja sampe 3 jam!!)

Jadi urusan penerbangan aku rada tenang.. mudah2an nanti sampe dengan selamat di Paris.. hufff.. grogi cuy!

Ntar aku update dah buat informasi soal airport Munich.. apa memang bener mereka bisa nepatin janji mereka ya.. buat para penumpang kek gue yang waktu berangkatnya mepet bangeeettt! kita tunggu dah tanggal mainnya!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Re-Route! (pre-Europe travel madness, the route and the Flights)

Its been awhile since my last post, so i better give an update on several things that i've done lately regarding my preparation.

Right after got the visa i plan a "re-route". Originally the plan is go straight to Germany and spent the whole 2 weeks there exploring as much as possible German until June 3rd. But then i saw a discount on flights to Paris. And after comparing the flights ticket it will be cheaper if i fly to Paris from Singapore. And also fount out that Munich to Singapore also not that bad.

So my final route would be: Singapore-Paris-Munich-Singapore. I fly with Lufthansa Airways.

Is this going to affect my visa since i got it from Germany Embassy?

No, since the longest stay will be in Germany, i think i will be all right. Beside that... on my way to go to Paris, my flight had transit in Munich. So i got my first Schengen stamp in Munich Germany! so its all right because my first entry will be from Germany! and i got the multiple entry visa too! so its very convenient!

one of Munich airport picture that i like

Why i fly with Lufthansa? well after several days juggling between the needs of cheap flights also considering the dates and the "lay over" time that will consume my short holidays... it was between Qatar Airlines and Lufthansa. But then i see the Qatar lay over was in Doha and its for 8 hours!

Read again the reviews about Doha, i simply pick Lufthansa, and spent more time in Singapore rather in Doha! Doha seemed out f nowhere airport, pretty small and i read not much people like it! if i had to spent sometimes in airport it better had at least clean and good toilet!


Hope i wont missed this sign at Munich!!

But the crazy part is..... my layover in Munich to switch flight to Paris would be only 30 minutes! i was un aware of this! this is he very first time i book flights with connections! so this is a very good lesson for me!

But then i read about Munich airport its basically the home of Lufthansa Airlines. And they claim they could possibly do the 30 minutes connecting time because thats how the Munich airport designed (for a smooth connections??). Wow... that would be a "sprint" event for me! why this could possibly happens?

First they claim that they had an easy orientation. Well.. ok if they had all of the board signs and everything.. i know.. but then when we panicking we tends not to see details and end up lost easily because we missed just 1 turn! also how do i run with my luggage?

OMG!! hope i wont mistaken the terminal directions


Then they also add this; high speed luggage system. I don't really know how this work, its just said they had this "modern" luggage system  with high speed conveyor and monitored by their employees around the clock. So the 30 minutes is enough for all the security check that needed and to get the luggage from one to another flight.



They also had the Hub Control Center (HCC) and a key element of the HCC is the Connex Center, where a team of experts is in charge of ensuring that passengers and their baggage reach their connecting flights. They maintain constant contact with air traffic control, can request priority landing clearance and reassign gate positions to minimize the distance that connecting passengers have to cover. So i hope these guys did notice that someone from Singapore is going to be on one of the less than 30 minutes flights to Paris!! please do arrange my plane right next to my next plane hahahah!

Oh.. another thing is...Even when incoming flights are delayed, leaving less than the required 30 mins. to make connections, the HCC team pulls out all the stops, dispatching the special "Ramp Direct Service" (RDS) to pick up passengers and their luggage right at the gate and drive them directly to their connecting flight!

I think when i arrive i wont had chance to look around :(
 

When incoming flights are delayed, RDS picks up passengers and their luggage directly at the aircraft. The driver welcomes the passengers at the apron, checks the tickets, registers the luggage numbers and drives passengers directly to their connecting flight.

If customs and passport control are required, RDS drives the passengers directly to a special RDS ramp-side check-point. In the meantime the Ground Handling Service delivers the luggage directly to the plane.


Terminal 2 Where Lufthansa based in Munich Airport

With Gate Direct Service (GDS), transfer passengers are met at their arrival gate and are escorted to their connecting departure gate. Both RDS and GDS emphasize Munich Airport’s reputation as the most advanced and fastest hub airport in Europe!!

Ok.. i think i will be all right with the 30 minutes transit time to switch the flight... huff.. i should write the experience tho... i tried to browse google about this but oh my less information! i believe that its not only me who experience this!


I will write down my own experience with Munich airport and its facilities soon! let see if they could super fast check me in to my flight to Paris!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Final Piece of Visa Application (Visa Schengen Part 4)

March 31, 2011

Setelah menghabiskan 10 hari gak tentu juntrungan, gak pengen makan (selain eskrim, coklat, frozen yoghurt sama ayam penyet..hahaha!). Dan setelah penderitaan besar lain seperti merayakan ulang tahun sendirian di Jakarta (huhuh i am literally by my self-eat cake at Pejaten Mall-please dah!!) demi surat sakti yang namanya "Visa Schengen" tiba harinya untuk moment of truth..

Apakah nama gue bakalan di permasalahkan? apakah gara2 gue gak ingat nomor telepon kantor atau keberanian gue ngakak ngetawain si bule soal "penyunatan" marga BUTAR-BUTAR bakalan berbuntut panjang....

Flash Back...

Sebelum gue ninggalin tuh counter si bule, dia dengan napsunya menstempel "sesuatu" di passpor gue... huhuhuh...

Stress, kurang tidur, ngejar pesawat sore.. what could be worse??

Sumpah gue stress berat. Sempat nangis pula waktu Mr T telepon, dia tanya "is it rejected?" gue bilang lagi OTW ke kedutaan, "lhaa.. lo kenapa nangis?" (TT,TT) hueheu dasar bule gila gak tau apa pengorbanan gue dari hutan ke kedutaan buat ngurusin tuh visa-10 hari antara hidup dan mati gak napsu makan sama gak bisa tidur (lebaaayy). Awas aja gara2 nama keluarga gue di tolaaakkk!! anyway.... he's got the point....tidak beralasan gue nangis, maskara jadi luntur juga... gak keren!!

Sesuai dengan surat sakti dari kunjungan sebelumnya, gue di suruh datang setelah jam 1 siang. Kebetulan hari itu gue juga pulang ke hutan gue tercinta di Sumatra... gak sabar liat api flare yang membara di tengah hutan (ciehh.. gaya) sama naik mobil dobel gardan yang tinggi kek kuda.. kangen sama kucing gue juga (cimot, i lop u!!). Terakhir kerja tanggal 16, dah setengah bulan gue tinggal bo demi nih visa! (thanks to my boss..lop yuuhh boss)

Semua copy surat2 aku bawa lagi di map terpisah.. mana tau nanti di butuhkan, termasuk copy KTP.

Berangkat dari hotel dengan tas koper, mampir tempat kerja kakak ngambil titipan, langsung meluncur ke kedutaan Jerman. Macetnya naujubilah... hal yang gue suka tinggal di hutan sumatra, nyetir 120km per jam puas ajah... gak ada macetnya.

Jam 12.35 nyampe di depan pagar ijo, dueeehhh gila apa.. dah ada aja yang ngantri panjang... ya olooohhh...... kali ini aku lucky number 5! panas terik bowww.... **ngelipir ke pinggiran pagar..** berharap tuh pohon mangga (kalo gak salah mangga sih) bisa ngurangin panas matahari.

Panasssshhh!!

Di tengah antrian, ada cewek seumuran, gue ajak ngobrol.. huhu.. doi juga ngambil visa, sama tujuan ke JERMAN, hueheuh... baru pertama juga, tapi dia di sponsorin kakak iparnya.. wew... beda case sama gue.. yang di sponsorin teman... laki2 pula.. gue mikirnya dah  parno.. sebab "mereka" pasti ngira gue dah napsu aja mau kawin sama si bule dan gak mau balik ke Indonesia (di rebus jadi sop sama mak gue lah kalo kejadian!!! **heheh tempted sih**) dan jadi ilegal immigrant. Yeehh.. what ever lah.. gue dah bilang temen... kalo kaga percaya ya sutralah (TTM gak ditanya toh?? gak ada pilihannya... huehueh mumpuna single flirting sana sini sah ajahh.... tariikkk kang!)

Sekilas bisa keliatan proses pemeriksaan di dalam (note juga waktu-jam kerja yang di "plate")

Gak lama, pak satpam keluar dan teriak2 soal surat2 mesti di siapin sama HP dimatiin termasuk ipod. Dah belajar dari pengalaman, gue bawa HP cuma 1, ipod di tinggal di mobil sama barang2 lain yang gak penting. Pak Satpam juga suruh keluarin KTP ASLI sama surat yang di kasih waktu masukin formulir pengajuan visa buat di tunjukin sebelum masuk ke dalam pintu hijau kecil itu. (oh ya.. aku liat ada juga yang keluarin SIM A, kek nya yang penting ID asli, bukan copy)

Prosedur masuk di ulang lagi, pemeriksaan tas, pemeriksaan badan pake detektor, trus di kasih no mor loker HP. Setelah di periksa, tas BOLEH DIBAWA MASUK setelah di periksa. Selanjutnya prosedurnya bedanya kita langsung di suruh naik ke lantai 2 tempat aku ngambil nomor antrian.

Ya udah dengan tertib kita semua naik dan ngantri.. feww.. lucky number 4!

Ternyata si tante Jerman lagi yang buka loket, ya Allah! napa pula dia pindah bagian sini.. haduhh... udah gitu telat pula.. jam 1.35 baru dia buka tuh loket... katanya sih baru makan siang.. yee.. tante kok telat gitu sih!!

Gua cuma takut sama flight gue yang jam 5 bo!! kalo macet ke airportnya hueehh mampus lah gue! ketinggalan pesawaaattt.... **derita anak daerah**

Antrian pertama maju ke meja. Tuh cewek, keknya bini/pacar bule (maap..maap... stereotype) kulit coklat mendekati gosong, dengan dress yang aneh (mau ke pantai hapahh?) dan rambut di warna serta baju yang loose top.. bolak balik visa... visanya gak di approve, si cewek keknya sebel banget, langsung gubrak2 ke toilet...lhhhaa???? haduhhh!!! wadaaaaaaaaaaaaawww!! masa yang pertama aja udah gak di approve! padahal pasti sama saktinya sama gue (sama2 siluman.. huahauha)

Yang kedua ibu2 dan sama bermasalahnya... si ibu fasih banget bahasa Jermannya, keknya dia kena masalah gara2 surat pengambilan yang di kasih waktu kita submit formulir ngga ada! dia ngotot katanya ngga di kasih sama sopirnya katanya ngga ada.. hoooaaalaahh... kok nitip toh?? emang bisa gitu?? anyweyy... berhubung balas pantun yang cukup lama... si ibu di suruh geser... dan masih aja jawab pake bahasa Jerman.

Gue nervous sampe pada titik mau muntah.... hahahah! sarap ya! lemah benerrr!!!

Tinggal satu cewek depan gue, yang tadi gue ajak ngobrol, kita salaman sama2 bilang gut lak!!

Dia ngintip passportnya kek ngintip raport waktu SMA.. huhuh... doi trus ngelipir keruangan sebelah.. haduhh.. di approve kaga ya??

Pas tuh cewek pergi dari loket.. datanglah om Jerman.. dah.. gak tau masalahnya apa dia debat sama si tante Jerman....lahh..lahh.. gimana ini... keknya ngeributin si Ibu yang gak ada surat itu. Akhirnya si tante Jerman menyingkir dari loket, keknya nyelesaikan masalah sama si ibu2...dan di gantikan sama si om bule yang cukup enak di pandang. Syukurlah...(memberikan senyum "penuh arti" pada om bule yang genteng--mudah2an ngaruh).

Dia lirik ke aku dan suruh maju, huduuuhhhuhuh... kok berasa kek pengumuman UAN aja? dia nyari passport aku di tumpukan passport, wew.. kok susah nyarinya.. gak ada apa? butuh bantuan hapahh?

He finally found it.. aku liar selembar kertas di selipkan di passport, sama kek cewek yang pertama ngantri... haduh... aku pasrah. Si om bule buka passport aku, dengan wajah serius dia bilang "u-uh, sorry" aku lemesss.... dada sesak pengen nangis. Dia liat muka aku lagi, kaget dia bilang "eh jangan nangis, maaf! April Mop ya!" pake bahasa Indonesia yang aneh! sambil buru2 dia tunjukin passport aku dengan cengiran lebar...

Doohh apa lagi ini.... April mop kok bulan Maret!!! aku maksa konsentrasi ... liat sekilas stiker yang ketempel di passport dari balik jendela. Dia senyum dan masukin passport aku ke laci, dan langsung aku ambil, di buka....

My visa APPROVED!!! yaaayyyy! berangkaaattt!!

Aku gak percaya liat stiker ini di halaman passport aku. Wooww!! bahkan dapat multiple entry??? (ERRHH... sumpah...Aku conteng "cuma" single entry kok di formulir nya....) dahsyaaattttt!!! this is more than i expected!! yeee hhhaa!!

Aku pergi keruangan sebelah tempat aku nunggu wawancara, huhuh terharu biru aku baca ulang.. i can't believe they approved my visa!! untuk 17 hari dan aku bisa mondar-mandir keluar masuk di negara schengen??? oh my God!! lemesss.... dari tadi tahan napas..

Aku pengen teriak jumpalitan norak!!! huahauhauhauahuahauhauh! bodo! penderitaanku dah cukup 10 hari! huhuhu... terbayarkan.. Alhamdulillah ya allah... gak sia2 gue ulang tahun keknya menderita banget!... si cewek deketin gue, sambil senyam senyum.. wah visanya di approve juga! kita pelukan sambil cekakak cekikik.... i don't even know her like 3 hrs before... but we shared the joy!

Kami berdua senang banget! padahal baru kenal juga di gerbang depan... tapi alhamdulillah! sama2 di approve!! kita tukaran nama facebook, dan alamat mail... dia ternyata berangkat bulan Juni... ohh ok.. jadi aku duluan...

Aku gak punya waktu banyak.. sebab pesawat aku jam 5.. kurang dari 3 jam! jadi buru2 aku keluar dari kedutaan... ambil foto pak satpam yang cengar-cengir liat aku jumpalitan di trotoar... buoooodoooo! aku senaaaanggg!


Wont forget the "Germany Embassy" experience ever!!!

Paris and Germany, here i come!!!!!!!


****kocar-kacir ngelipir ke airport nuat flight balik ke hutan!!!***




ps. Setelah buru2 ke airport nguber pesawat.. ternyata pesawat aku di delay, landing di jungle hampir jam 10.30 malam!!! thanks a lot LION AIR! grrhh!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Germany Embassy-Alamaaak!! (Visa Schengen Part 3)

Sumpah gak bisa tidur... wakwak... kebangun sebelum azan subuh... sempatin "nyapa" tuhan dulu mohon doa restu.. mandi dan sarapan dengan pop mie sama oreo (wakwak asal!) sambil nonton tv yang kabur gara2 kabel antenanya gak bener!

Berangkat dari penginapan di daerah Menteng jam 6.10 pagi dengan taksi. Dandanan formal dengan kemeja putih dengan celana jeans hitam dan sepatu. Aku bawa ATK lengkap, pena hitam, tip ex, penghapus sama pensil, klip kertas sama lem (haha lebih lengkap dari UAN!)

Sebelumnya mampir dulu di Mandiri deket dengan kedutaan buat ambil uang visa yang jumlahnya Rp 700.000,-
Antrian Panjang sebelum jam 7! hiks.. meyakinkan semua tampangnya!


Sampe di gerbang kedutaan Jerman, pak security suruh kita berhenti dekat dengan pintu kecil yang di depan menara BCA. Wew... dah ada banyak orang antri rek!

Setelah dihitung aku urutan 10 dari yang depan.. huhuh.. dah pagi2 juga...

Sempat keder liat yang ngantri...huhuh.. tampang "mapan" semua.. ada dua ibu2 yang bajunya rapi jalihh.. dengan perhiasan mentereng dan sepatu keren.. sama beberapa bapak2 dengan rambut rapi dan kemeja bersih (ya iya laaahhh) sepatunya juga bagus.. huhu... kenapa gue jadi keder gini yaaakkk? ada juga yang seumur aku.. tapi keknya dia mahasiswa.. tampang percaya diri gitu sama bawa map putih bening.

Oh ya.. mendingan datang pagi deh.. di tempat ngantri gak ada tempat teduh... trotoar aslewww!!! gue dah pasrah angin buat rambut dah kek mik mak penyihir di komik donald duck jaman dulu.. duh.. ammmpuuunn! mana muka dah nambah berapa inci tebalnya gara2 debu dari jalan.... sengsara dot com! kalo siang gak kebayang lah.. panaass!!

Sambil nunggu iseng2 lirik2 tetangga (dah dangdutan..huhu) ternyata semua pada nempelin foto di formulir! dua2nya! waduuh.. untung bawa lem! buru2 aku tempelin foto keduanya di sisi kiri dan kanan atas halaman awal formulir visa! weeww! lumayan.. hasil lirik2 hahah...

Pintu baru di buka jam 7.10 am katanya gak biasanya biasa lebih cepat atau tepat waktu banget.

Pintu Hijau "Keramat" yang belum kebuka jam 7 lewat! hiks....


Pak security ingatin soal alat elektronik yang mesti di matiin sama formulir yang harus lengkap di isi, dan pasport sama formulir harus di jepit jadi satu.

Dengan grasak grusuk aku pindahin jepitan dari dalam map. Untungnya aku udah susun isi folder di mapsesuai dengan list persyaratan di website kedutaan Jerman. Di pintu kecil yang di buka, pak security memeriksa formulir sama passport satu persatu.. errhhh sudah ada yang di eliminasi hahaha disuruh tulis ulang formulir wadaww.. mudah2an aku gak deh..

Lolos dari security di gerbang, masuk ke dalam.. humm.. kek garasi mobil yakk atapnya biru... ngelewatin line antrian buat cek barang. Disini semua barang di cek detail sampe kotak pensil di buka segala. Barang elektronik kek HP atau IPOD disingkirkan.. hehe maksudnya di pisah dan di masukkan ke locker, dan kuncinya di suruh di kalungkan ke leher.

Sudah di cek semua, tas di kembaliin dan kita disuruh duduk di tempat duduk yang disediain di bawah tenda biru hehe... semua pada cek ulang dokumen, aku binun apa lagi yang mau di cek disini.. huhhuhu... pasrah..

Disini kita duduknya di jejer sesuai dengan antrian yang di luar. Ternyata di antara yang 9 di depan gue ada yang cuma mau ngambil passport.... alhasil i become lucky number 7!

Disini kita di panggil lagi satu2 dari speaker sesuai dengan nomor urut yang ada di gantungan loker yang di cantolin ke leher. Di panggil ke bagian depan deretan kursi, ada kek pos kecil buanget, kek pos security juga di balik papan tulis.. jadi gak bisa keliatan apa aja kejadian di sana...

Huaaahhh this is it! jantung mo rontok liat para pelamar berguguran huhu.. gak ding lebay.. ada satu lagi ibu2 yang pulang marah2 gak tau napa.. huhuhu.. tambah stress...

Pas giliran aku, aku cek semuanya dan semua copian surat2 aku masukin dalam map terpisah.

Surat2 di periksa satu2... dibolak balik.. diliat per nomor.. hiks hiks hiks...
Yang jelas banyak yang di keluarin dari lampiran aku:
  1. Copy slip gaji yang di legalisir selama 3 bulan yang aku minta dari kantor (di stempel pula)
  2. Surat keterangan kerja dari HRD (aku buat dua, yang satu dari boss aku/kepala departemen, yang dipake dari boss aku ternyata)
Oh..ohh..ohhh... ada satu nomor yang dia lingkarin pake SPIDOL MERAH saudara2.. hiks.. ternyata ada satu nomor (nomor 33) yang aku gak kasih jawaban. Oh ya kalau jawabannya ngga ada atau ngga tau jawab aja dengan N/A jangan di kosongin! aku dapat tips ini juga dari internet.. fiuuhh sukurnya aku ikutin.. (formulirnya aku convert dari PDF ke MS Word biar bisa di edit, aku dapat softwarenya free dari internet kok).

Nomor 33 tadi pertanyaan soal "Biaya perjalanan akan di tanggung oleh?" karena aku liat kolom di bawahnya ada tulisan "lihat nomor 31 dan 32" dan sudah aku conteng.... aku pikir gak perlu di jawab lagi.. tapi ternyataaa.. hehe.. ya sudah aku tulis tangan! tulis nama lengkap Mr T.

Berkas aku di bolak balik beberapa kali.. trus mbak itu minta copy surat undangan dari Mr T untung dah aku dah copy semua berkas... dan dia balikin semua surat2 yang dia "lepehin" ke aku termasuk surat invitation asli dari Mr T. Dan bilang dengan singkat.. "ke atas ya"

Wooowww! lolos bagian ke duaaaaa!!

Gak sabar aku naik ke lantai dua. Dibalik pintu kaca ada ruangan tempat ngantri, weitss ada pak satpam... dia tanya mana formulirnya.. dan dia kasih nomor antrian, aku disuruh duduk dan tunggu.

Baru sebentar si pak satpam kasih nomor lain lagi.. salah katanya.. weeewww! dah tegang gini coba di kagetin dengan nomor salah! huuuhh..

"Hawa" disini lebih tegang.. haha... aku liat beberapa orang di loket yang berjejer.. aku coba pelajari.. huhu di mana bayarnya atau di mana interviewnya....apa ada ruangan terpisah.

Aku di suruh ke loket 4 tulisannya "Visa Bisnis" nah loh.. kok bisnis ya? ternyata kalau dengan surat sponsor resmi kek aku di anggap visa bisnis/besuk hohoh.. ternyata nih surat sakti juga!

Nomor aku dipanggil.. weeeksss.. kenapa di sini gak ada yang senyum ya? serius bener toh.

Si nyonya meneer suaranya lantang dahsyat membahana... hiy syerem...

Kaca antara petugas dengan pelamar visa keknya kedap.. jadi bicara lewat speaker.. kalo mau kasih surat2 masukin lewat lemari yang bisa buka tutup (ngeri kejepit euy tangan!).

Formulir visa yang udah di cek bolak balik sama passport serta foto dll di masukin ke laci.. huff here we go... yang terjadi terjadilah...

Di cek satu persatu formulir aku... trus disuruh tunggu.. huhu.. menit2 menegangkan. Aku di tanya satu persatu soal isi formulir itu. Trus disuruh tunggu, keknya doi mau ngambil formulir yang lain.. aku dah parno aja di suruh tulis ulang tuh formulir.. iiidiihh.. ngga deh.. najong!

Ternyata interview ya disitu jugaaa... dia tadi ngambil formulir buat interview keknya.. huff huff tarik napas ala persiapan melahirkan (pendek2 dan cepat--tips biar gak grogi speech..lhaa?) aku pernah baca ada yang gagal CUMA gara2 di interviewnya grogi dan terlihat mencurigakan (wew!! sadis) dan itu hak mereka buat reject visa atas interview itu (subjecktif banget sih, huhu)

Pertanyaan yang di kasih ke aku:
  • Nama lengkap?
  • Nama ibu kandung?
  • Rencananya lama perjalanan berapa lama? mulai dari tanggal berapa ke tanggal berapa?
  • Nama lengkap Sponsor siapa? kenalnya dimana? berapa lama sudah kenal?
  • Komunikasi dengan sponsor dengan apa? (weeww bahasanya dia ngawur dot com!!) --jawaban aku yang pertama "dengan email, via skype dan telpon" dia teriak "bukaaann, kamu pakai bahasa apa??" weeww....  bilang duuunkss kacau nih! aku jawab dengan bahasa Inggris!! (doi sebenarnya faseh bahasa Rusia, sama Jerman, haukhuakahuak--hurup mati semua!)
  • Jumlah saudara kandung kamu berapa?
  • Kamu anak keberapa?
  • Pekerjaan orang tua apa?
  • Biaya hidup sehari-hari dari mana?
  • Kerja sudah berapa lama?
  • Status kepegawaian?
  • Alamat Perusahaan? nomor telepon? (aku gak bisa jawab nomor telepon.. hahah mampus!)
  • Bagian apa? kerjanya apa aja?

Sesak napaaasss euyy gilaaa!
Akhirnya dia tanya sesuatu yang hampir bikin gue ngakak...

"Nama keluarga kamu dua kata, di Jerman tidak bisa dua kata, cuma boleh satu" dia ancang2 mau coret nama belakang aku yang notabene nama bokap "jaaanggaaannnn!" dangdut dah teriak2 emosi! tega bener nih nyonya!!

Aku jawab itu nama bokap, jangan di hapus salah satunya!! kan di passport udah kek gitu dari awal! kalo nanti dirubah dan bermasalah di airport siapa yang mau tanggung! (aku gertak balik). Dia angkat pena-nya dari kertas... "kecuali kamu kasih tanda "-" di antara kata pertama dan kedua baru boleh.." dia dah siap2 mau coret lagi.. HYYYAAAA!! apaan sih ni buleeee!!

Gue jelasin dengan bahasa inggris, kalo lo kasih tanda "-" di antara dua nama itu artinya satu nama keluarga ibu satu keluarga bokap dunks! jangan di rubah deh!!" dia diam lagi...

Trus dia bilang gini; "kamu dari sumatra kan?" gue jawab iya, "kamu tau batak?" aku jawab iya lagi. Trus dia bilang gini... "Kemarin ada cewek batak juga apply for visa.. nama keluarga dia BUTAR BUTAR karena tidak bisa dia terima saja jadi BUTAR aja" katanya sambil natap gue yang cengo.. bingung mau ketawa ngakak atau teriak2 begooo! sumpaaahhh huahauhauahuahuahauhauh!!!

Gue punya banyak temen batak, baru kali ini gue dengar ada yang rela marga-nya/nama keluarganya di "sunat" semena2 sama orang Jerman... gila apa??? segitu demennya sama visa Jerman masa rela nyunat nama keluarga sendiri??? gimana yang namanya "RAJA GUK GUK" gilaaaa!!!! (bayangin nama di visa jadi "GUK GUK" RELA GAK SIH LOOO??? LoL (yang marganya Raja Guk Guk pasti setuju sama aku--peace guys!)

Geezz.. gue jawab.. "no i can't do that". Bodo... gue cinta sama nama bokap.. terserah tuh cewek batak palsu mau nyunat nama (temen2 gue yang batak mana ada yang rela nama marga mereka salah huruf 1 aja, apa lagi disunat!!!).

Gue gak relaaaaa... Si bule diam sesaat.. "tapi nanti tidak bisaaaa" yeeh ngeyel juga.. humm cari penyelesaian terbaik gue diam juga mikir.. sampe si bule bilang "oke.. bisa kamu buat sebagai nama tengah salah satunya, jadi nama kamu dan nama pertama ayah kamu lalu berikutnya nama ke dua ayah kamu, bagai mana?" weeewww.. gue capeek.. huhuhuh...mikir...

I just said.. ok... ini bule reasonable, dia dah cari penyelesaian... gue juga gak mau terlalu keras.. toh kalo di gabung juga nama bokap gak misah lah... (ntah lah gue dah eror bo jam 8 modal pop mie!! lapeerrr....). Aku jawab.. ok.. you could do that.. kalo gak buat masalah nanti di airport aku rasa gak apa2... yang penting gak ada tambahan tanda baca!!

Fiuhh.. debat yang menegangkan!

Akhirnya doi menyerahkan selembar kertas ada tanggal pengambilan passpor dan contoh surat kuasa yang harus aku ketik ulang kalau aku mau minta orang lain ambil. Aku liat tanggal disana 31 MARET 2011. Dang! aku keknya harus stay di Jakarta 10 hari!! aku baca tuh surat.. humm

Aku kaget waktu liat si doi kasih stempel ke passport aku.. whaaattttt? huhuhu apaan tuh?? aku penasaran....

Aku ngedrop banget waktu liat doi menstempel passport aku dengan napsu tingkat tinggi gitu.. huhu...

sebab aku dengar.. dari beberapa forum online.. kalo visa ditolak kita bakalan di kasih STEMPEL BER WARNA BIRU huhuh rejected... sama di kasih surat alasan kenapa ditolak.. kenapa pulaa ku berlama2 di sana dan menyaksikan ini.. huaaaahhhh.. pasti gara2 nama tadiiiii!

"Nama saya Fika Mutar Mutar" (ngelantur dot com @ Starbuck)


>>>>keluar dari kedubes Jerman jam 8.15 dengan wajah stress<<<<

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Backpacker Girls
Add blog to our blog directory.