RSS

Pindahan Tulisan Bahasa Indonesia

Dear pembaca, untuk kedepannya tulisan dalam bahasa Indonesia di blog ini bakalan aku pindahkan ke blog aku yang lain "Nona Backpacker" biar gak bingung bacanya.. thanks!


Showing posts with label America. Show all posts
Showing posts with label America. Show all posts

Pennhurst Asylum, when madness mixed with fears

Wisata hallowen, sudah pernah belum?

Pennhurst Asylum 
Salah satu yang perlu di coba, kalau kebetulan lagi ada di East Coast USA adalah Pennhurst Asylum. Pennhurst asylum haunted attraction reviewnya di bilang sebagai haunted house terbaik se Amerika.

Pennhurst asylum adalah salah satu rumah sakit paling berhantu lagendaris di Amerika. Tempat ini dijuluki "one of the most evil place" dikarenakan sejarah dan pengalaman mistis yang sering orang dapati di komplek ini.

Beberapa sudut Pennhurst masih dibiarkan sebagaimana aslinya.
Sejarahnya, Pennhurst di bangun di Pennsylvannia Timur pada tahun 1903 sebagai rumah sakit merangkap sekolah untuk anak-anak dengan keterbelakangan mental dan penderita epilepsy maupun cacat fisik. Lokasi persis Pennhurst berada di kota Spring city.

Setelah mengalami kontroversi tentang cara perawatan pasien (yup kayak di cerita2 horor soal pasien disiksa dll), rumah sakit dan sekolah inipun kemudian ditutup bertahun-tahun setelah beroperasi yaitu pada tahun 1987.

Sudut lain Pennhurst Asylum
Komplek Pennhurst ini sangat luas (256 hektar).Terdiri dari beberapa bangunan yang di awalnya ditujukan untuk sarana pendidikan dan pengobatan pasien yang jumlahnya ribuan.

Di antara bangunan tersebut terdapat asrama untuk anak laki-laki dan perempuan, ruang makan, ruang administrasi, laundry, gymnasium dan auditorium, rumah kaca, dan bangunan perumahan untuk staff yang bekerja di komplek tersebut dll.
Kebayang ngga kalau liat bangunan gini malam2?
Terdapat juga bangunan-bangunan dengan nama seperti Philadelphia, Quaker, Rockwell, Franklin, Nobel, Union, Vincennes, Tinicum, Industry, Penn, Devon, Mayflower, Limerick, Assembly, Storeroom, Laundry, Whitman, Wilson I, Wilson II, Hershey (ini rata-rata bangunan yang aku kunjungi).

Pennhurst Asylum pertama kali di buka sebagai tempat "hiburan" rumah hantu tahun 2010 dan sejak itu makin ramai di kunjungi.

Pennhurst Asylum di siang hari
Atraksi Pennhurst asylum dibuka saat musim gugur saat dekat dengan Halloween (September-November). Tiket untuk masuk bisa dibeli online mulai sebelum bulan September. Jam buka mulai jam 6.30 sampai dengan 10.30 malam.

Kesan masuk kedalam komplek? I WONT GO THERE ALL BY MYSELF. Sumpah creepy banget.

Dari jalan besar, untuk mengakses kampus mungkin sekitar 2-3km. Tidak ada lampu jalan dan komplek saat ini seperti hutan dan semak yang tidak terurus.

Bangunan yang rusak dan ambruk separuh menghiasi kiri kanan jalan. Mungkin jaman dulu kelihatan kompleknya sebenarnya bagus banget, aku bayangin mirip komplek punya X-Man dengan  Professor X sebagai pemilik. Bangunannya mirip sih.

Komplek Pennhurst Asylum yang super luas
Petugas ada banyak buat ngarahin kita ke parkiran,  kalo nggadi pandu, di jamin nyasar. Kita datang jam 8 malam dan parkiran SANGAT PENUH.

tampilan dalam rumah hantu-creepy!!
Berhubung sudah beli tiket jadi langsung ke boot penukaran tiket. OMG line buat beli tiket dan penukaran panjang banget.Mungkin ada 200-300 orang yang antri.
harga tiket tahun 2018
Kebetulan aku beli tiket yang Super Red Combo, buat 4 atraksi. Tapi kalau aku tau bakalan ngantri kedinginan mau 1 jam mending sekalian beli VIP yang gak pake antri cuma ahah tapi memang mahal banget $79 tapi langsung cuuusss, masuk di antarin/kawal pulak.

Jadi penting banget datang agak sorean kali ya (sayang sih masih terang ngga serem hahaha).

Kalau malam semua gedung  "aura"nya keluar

Sudah dapat tiket kita langsung menuju pemeriksaan, Yupp pemeriksaan ala airport! semua barang di XRAY dan kita di patdown. Kalau pakai boots mesti dibuka. Semua barang metal harus di tinggal di mobil.

Oh ya kita harus tanda tangan surat pernyataankalau ngga bakalan nuntut dll dsb dan kita juga gak boleh rekam atau foto (at our own risk--baru tau ternyata belakang kenapa).

Di meja buat tukar tiket kita di kasih gelang, dan tadinya aku milih "no physical contact" tapi ternyata ngga ada pilihan gitu hahah semua di kasih "gelang leher glow in the dark" sebagai tanda, omg!

Banyak ruangan kayak gini dengan aktor yang mirip kayak orang gila atau dokter/perawat sadis

Rulesnya; Actors may touch you but you may not touch the actors or props. Jadi mereka boleh sentuh kita, tapi kita ngga di perbolehkan sentuh mereka.

Oh ya, sialnya lagi, kita ngga nge-cek kita kebagian "black out" day juga, artinya lampu total di matiin. Sumpaahhh hahaha ini gila banget!! terang aja kadang gue kesandung! kalo ngga black out day, masih ada lampu2 dekoratif yang nyala.

Jadi ada 3 antrian yang super, antrian tiket, antrian x-ray, sama antrian mau masuk ke main attraction-nya.

Selama ngantripun kita udah di ganggu sama aktor2 sana. Dandanan kayak zombie, ada yang kayak pasien gila. Pokoknya suara jeritan cewek atau cowok rata kok hahah jadi jangan segan teriak.

Salah satu kamar pemeriksaan
For sure, aku tadinya sangat under estimate Pennhurst, but at the end, aku setuju ini rumah hantu terbaik yang pernah aku datangin.

Bukan cuma aktor, tapi permainan lampu, suara, dan sense... jadi ada angin2 ada tiba2 tangan nongol dalam gelap pokoknya bakalan dibikin kaget. Tapi yang jelas aku enjoy banget dengar banyak banget cewek teriak histeris hahahahaha!

Salah satu atraksi di bagian "tunnel" memang keren
Cuma ada satu kejadian gak enak, di salah satu ruangan, ada aktor yang mungkin ngga sengaja, mukul bantal kuat banget ke muka aku (dia kayaknyamau mukul leher-badan tapi dia dari atas tempat tidur) sehingga mata aku kena dan sumpah sakit banget. Sempat perih beberapa saat tapi its the risk kan ya...

Di akhir, aku akhirnya ngunjungi "museum" sejarah pennhurst. Cuma di gedung ini yang di bolehin pakai kamera (ya iyalah ngga ada gebuk2 atau aksi towel lagi). Di lantai dua ada kamar asrama buat anak laki-laki. Memang super creepy banget!




Aku bisa bilang not really recommend buat family yang anak kecil (restricted anak umur 10 tahun ke atas) hahah aku liat ada banyak yang bawa anak teenage nya sih.

Oh ya ada restriction juga buat wanita hamil sama ngga di sarankan pakai sandal atau heels. Satu lagi, berhubung sudah termasuk autumn, pakailah baju winter komplit sebab ngantri lama dingin banget! aku juga cuma liat toilet yang plastik gitu (potter potty) jadi tahan pipis dah ya kalo ngga ya pakai adult diapers lol!



Website buat beli tiket Pennhurst, klilk disini



***
Pictures from various website and from personal collection
****

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Applying for US Visiting Visa-----say a little pray for me!

Balada orang lapangan kalau ngurus gini, presisi alias ketepatan dan organizingnya mesti bagus (tsaaahhh). Sebab salah hitung jadwal off trus buat jadwal interview ngga jatuh di jadwal off… hufffttt kelar dah… rempong pisan buat reschedule lagi.

Dari hasil semedi dan terawangan, aku pilih hari Jumat ajalah pagi (nunda banget padahal gue dah off dari hari sabtu minggu  kemarennya ahahah). Kederrr... mempelajari situasi whats the best option buat ke sana... baca2 lagi tuh DS-160 ibarat rasa2 mau ikut UAN waktu SMA atau kek mau ujian skripsi. Mikir tuh duit 2.1juta ROIB kalo ngga approve (haisssshh)

Hari Jum’at pagi jam 6 aku sudah siap di atas motor gojek balapan sama yang mau pergi kerja. Tujuan langsung ke arah Monas dekat stasiun kereta Gambir. Kedutaan Besar Amerika Serikat ada di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 3-5, Gambir.

Berhubung orang lapangan gue yang ada cuma jeans jadi maafkan lah ya. Pagi ini ke kedutaan gue pake Jeans sama kemeja plus sepatu sport. Dandan juga ngga cetar benget, biasa aja. Rambut di kuncir sebelah aja biar rada rapi, apalagi kalo naik motor.

Sampai di depan pintu kedutaan, agak tricky juga kalau mau berenti sebab ada barikade jadi ngga bisa turun ke pinggir. Jadi terpaksa minta berenti di Ujung pagar kedutaan, ngga apalah jalan sedikit daripada gue di teriakin sama penjagaan kedutaan yang mukanya lumayan sangar dari jauh.
Note ya, ngga ada tempat parker dan berhenti mobil/motor jadi memang lebih baik pakai angkutan umum dan kalau sama mobil pribadi ya di parkirin paling di stasiun gambir trus jalan kaki deh.

Kalau di persyaratan yang kita print out ada tulisan JANGAN DATANG SEBELUM PUKUL 6.30 untuk grup A yang interview jam 7, yang ada?? Gue datang waktu itu jam 6.20 pagi, udah ada 7 orang di depan gue. Udah deh ikut ngantri. Gue mikirnnya its ok lah masih 7 orang ini. Inget dulu waktu kedutaan Jerman juga ngga lama ata---sama dengan kedutaan Belanda kagak ada antriannya ahahaha (yang di Surabaya inihhh).

Di luar pagar, bapak security liat passport sama interview appointment kita. Yang boleh  masuk cuma yang mau apply yaaa… kecuali kalau anda masih termasuk anak2 atau golongan lansia atau memang butuh special assistant. Ngga adahhh namanya di temenin sama papah, mamih, baby sitter, pacar, tunangan pak RT, atau tetangga sebelah. Lu mau ke negara lain aja masih pake di temenin (ya eyalah bukk ke toilet aja masih minta temenin hahahahah please deh!).

hadeeuuhhh…. Sendiri lah ya pokoknya yang mau apply aja (dan ada adegan “udah2 mamah tunggu di sanah ajah…” si anak perempuan umur 20an (!!!!) misuh2 memble, keingat gue pon akan di antar ke play group pertama kali haiyyyoohh).

Nunggu sekitar 15 menitan berdiri, kita akhirnya diperbolehkan masuk. Semua barang bawaan di scan dan kita juga melewati metal detector. Kunci mobil yang pake remote, hp, ipod pokoknya elektronik semua harus di titipkan bahkan gelang fitbit gue juga ngga boleh di bawa. Tas di perbolehkan masuk, hanya elektroniknya aja yang di tinggal termasuk flashdisk ngga boleh masuk yaaa.

Oh ya makanan sama minum juga semua ngga bisa masuk. Tenang di dalam ada kok dispenser air boleh minum cuma2. Juga ada kios kecil punya ranch market yang jualan sandwich sama minum. Ada juga kios roti gitu. Jadi kalau mau cemal cemil bisalah di ganjal sama nih makanan.

Dari pemeriksaan security kita dikasih nomor locker.

Keluar dari ruangan lanjut ke ruangan berikutnya di sambut sama 2 mbak2 yang ramah. Mereka mengecek dokumen kita lagi sambal mengarahkan untuk mengambil nomor antrian di mesin. Untuk nomor antrian ada 2 print out. Print yang pertama untuk antrian di ruangan tersebut. Ini ngga bisa di sebut ruangan sih sebab terbuka kek garasi gitu dan ada kursi panjang kek rumahsakit banyak

Ada beberapa loket/booth di sana.

Ternyataaaaa……. Aku datang 6.20 pagi bukan nomor 7 cuyyyy aku adalah “pasien” nomor 51 sodara2. Jadi saran aku abaikan sajalah perintah untuk tidak datang sebelum jam 6.30 pagi tadi yaaa…. Ini orang2 pada ngantri jam berapa cobaaaa….

Di loket itu nomor antrian tadi salah saunya di kasih dan di tanyain beberapa hal; Tujuan mau ke amerika? Berapa lama? pergi dengan siapa? di tanyain soal surat DS160 sama passport. Kebetulan aku ada bawa passport aku yang lama. Jadi yaaa di kasihlah dengan si mbak. Mbak yang disini orang Indonesia. Jadi ini kek “pre interview”.

Sudah kasih passport sama ngobrol dengan mbak tadi, di persilahkan untuk duduk lagi masih di ruangan yang sama. Ternyata dari sini di panggil ke ruangan lain per 10 orang.

Dari ruangan ini nomor aku di panggil per 10 orang di suruh pindah keruangan dalam. Di ruangan dalam ini antri lagi ada layarnya. Ntar kalau nomornya di panggil, di ambil sidik jarinya. Daaaannn pindah lagi tempat duduknya ke area tunggu interview.

JREEENGGGGG JREEENGGG.

Muka Tegang semua… tenang…. Ada yang komat kamit…. Dan gue mendadak berasa merinding hahahah…..

Disini ada 4 loket. Yang paling Ujung cowok afroamerika, 3 loket lainnya cewek bule semua. Mereka interview campur pakai Bahasa Indonesia dan inggris.

Aku dengar2 ada yang interview buat visa training di tanya detail banget gilaaaakk….. dan ada juga cewek yang kerjanya katanya engineering juga sama di tanya detail. Dari sekian orang ada banyak yang di kasih kertas pink ada banyak juga yang kertas putih.

Untuk pertanyaan interview sebenarnya variatif tergantung dari pertanyaan sebelumnya. Antaralain yang gue dengar:
  1.  Tujuan datang ke Amerika?
  2.  Mau ke mana tujuannya di Amerika?
  3.  Berapa lama?
  4.  Kerja di mana? Sudah berapa lama? Apa job desk kamu? Perusahaan di bidang apa?
  5.  (kalau jawab mau ada seminar/training) tunjukkan undangan seminar/training, surat pengantar dari kantor? Pendidikan terakhir apa? apa yang di harapkan dari seminar/training ini?
  6. Ada kenalan atau keluarga di amerika? Dimana tinggalnya? Hubungannya apa? (di minta kk) saudara sudah berapa lama di US?


Aku udah itung2 itu jendela, iseng, antisipasi grogi… keknya aku sama mbak bule yang jendela paling pinggir. Sebelum aku ada dua orang cewek pake jilbab. Mereka keliatannya senang banget waktu selesai di interview, keknya mereka berdua visanya di approve.

How I feel?? Berasa mo koprol jungkir balik gegara nervous.

Ok giliran gue. Tuhan... ill be a very good girl if you approve this one.

Senyum dan sapa si bule duluan dengan “Good Morning, how are you doing?” dia jawab dengan senyuman.

Langsung gue tegang dan nervous cubit2 tangan hahaha.

“Apa tujuan anda datang ke Amerika?”
For holidays (ya gue jawab Bahasa inggris) si mbak lirik gue dan senyum

“Where do you plan to visit?”
I am planning to go to NYC and the cities around it. I only got less than 2 weeks for holidays, too bad but I can’t see all at once I guess.

“oh yeah, you will love New York, so much to see there and also, go to DC!”
Well, I do plan that as well, it’s not that far from NYC (cubit2 tangan sendiri ngga mau kelewat banyak omong hahaha)

“What do you do for living?”
Gue jelasin dalam Bahasa inggris perusahaan sekalian job desk gue. (si mbak nyimak gue jelasin sambal sesekali liat monitor computer dia—mungkin nyocokin sama isi DS-160 gue)

“So, you’ve been to Europe before?”
Yes, I went there for backpacking several times, you also never got enough of Europe I guess.

Dia ketawa “oh yeah, Amsterdam is nice”
Yes, I love the city except the winter!

Trus dia senyum dan langsung diam liat monitor dan dokumen. Gue dah mo nangis kejer gara2 nervous.

“Your visa is approved, welcome to New York!”
Gue kedip2.

Uhhmm that’s it?? Gue tanya dia balik.

Dia ketawa, “Yes… enjoy your trip!”

Gue megap2 woaaahh thank you so very much! Gue rasa2 mo meluk tuh bule kalo ngga ada kaca (bisa nempel ibarat ikan sapu2 atau ikan cupang gue ntar).

Tangan kaki gue kebas mendadak kek jelly. Efek, adrenalin yang keluar mulai turun.

Hahahahah! Satupun dokumen yang udah gue susun rapi dalam map di tangan gue ngga di tanyakan. Mulai dari copy rek koran, surat kanttor, tiket dummy, booking dummy, ntah hapah2 lah di dalam map gue ngga ada satupun yang keluar.

Dia kemudian nyerahin satu lembar kertas dan jelaskan kalau passport aku normalnya sudah akan di terima dalam waktu maksimal 3 hari kerja.

Aku masih bengong.

Jalan keluar ruangan ringan kaki sama kepala, ambil tas di security… sambal pesan go jek…. Aku liat di belakang aku ada beberapa yang terima kertas pink dan putih lagi. Aku masih gemetar waktu nunggu di luar tembok kedutaan. Beneran ngga ngira se gampang itu aku di mudahkan untuk dapat visa US. Semua pikiran negative aku beneran ngga ada yang kejadian.

Jadi benar yang orang bilang, dari 100% kekhawatiran kita hanya sekitar 1 % yang kejadian atau malah ngga terjadi sama sekali.

Bisa di bilang tiap orang random tergantung “hoki” atau rejeki masing2. Ada yang kek gue gampang, ngalir kek ngobrol.. ada yang sengit sampe akhirnya di tolak.

Intinya yang paling penting dari interview kalau aku liat adalah;
  1.  Ngga masalah kalau ngga bisa Bahasa inggris. Yang interview jago banget Bahasa indonesianya. Cum ague gara2 lebih dari 10 tahun kerja sama expat, kalo liat muka bule mulut langsung “auto translate” aja hahahha…. Jadi jangan khawatir.
  2.  JANGAN GROGI.
  3. Memiliki kerjaan apalagi perusahaan internasional yang di kenal sama orang Amerika itu  ngaruh banget sama nih visa, mereka mo liat lu balik ke Indonesia lagi apa kagak.
  4.  Konsisten lah dengan isian DS-160. Hapalkan apa yang di tulis kalo perlu. Makanya kalau bisa DS-160 isi sendiri jadi tau apa yang di tulis di sana. Jangan bilang di sana mo ke NYC ngga taunya interview jawab Hollywood. Rencana di DS-160 di tulis 10 hari di interview bilang 3 minggu. Pokoknya konsistensi itu penting… kalau memang jujur isiannya  ya…. gue rasa ngga perlu takut lah buat salah ngomong.
  5. JANGAN GROGI. Tarik nafas…. Relax….
  6.  Ngga mestilah punnya tabungan sampe 50juta ke atas. Dari duduk dan memperhatikan orang yang di interview dan proses interview gue… bisa menyimpulkan ngga usah yang aneh2 deh. Contoh kalau memang Karyawan, gaji bulanan 6 juta, tapi di saldo tabungan ada ratusan juta. Bisa2 di kira money laundering atau terlibat kegiatan kriminal. Atau kalau misalnya ngakunya backpacker tapi tabungan gede juga ngga masuk akal lah.. mereka ini udah tau kondisi Indonesia gimana. Kalau tabungan sedikit, atau kecil, sesuaikanlah isi DS-160. Tabungan di bawah 10 juta tapi niat jalan ke USA lebih dari 2 minggu… maunya jalan dari Ujung ke Ujung (west coast ke east coast), ya ngga masuk di akal lah.
  7. Pelajari dikit lah tentang amerika, jangan ngomong mau jalan keliling amerika dari LA/Hollywood, Vegas, trus mau nyambung ke New York, trus mau ke Chicago dll dalam 10 hari. Coba liat peta baik2…. Dari west coast ke east coast ini jaraknya jauuuhhhhh… bisa 5 jam FLIGHT sama kek dari Jakarta mau ke Bangkok. Kecuali memang sudah paham ya silahkan di mention di waktu interview atau di DS-160
  8. Dokumen pendukung silahkan di persiapkan, mana tau memang ngga beruntung dan dipertanyakan. Siapkan dan susun rapi jadi mudah di keluarkan jika di tanya (ngga perlu di sodorkan kalo ngga di tanya).

 Banyak zikir, berdoa, sebelum interview, mudah2an mood yang interview bagus. Udah interview doakan rezeki yang interview juga makin lancar sebab udah baeeek banget mau approve tuh visa.

Nah.... untuk yang belum, jangan keder duluan, kalo rezeki ngga kemana... kalo masih belum di approve di coba lagi. Ingat konsistensi sama jangan grogi!



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Backpacker Girls
Add blog to our blog directory.